Beneran Mau Nikah, nih? Yakin 100%?

Percakapan kami berawal di sebuah kafe berkonsep jadul di bilangan Cikini. Mulanya sekadar saling sapa karena harus menyelesaikan beberapa tugas menjelang tenggat. Tak banyak yang diobrolkan dan sebab berkutat dengan layar laptop masing-masing.

“Menikah itu penting, tapi tidak harus,” katanya sambil berseloroh di tengah-tengah keseriusannya menulis artikel. Continue reading “Beneran Mau Nikah, nih? Yakin 100%?” »