INFOGRAFIK: Bukan Sekadar Visualisasi yang Indah (2)

Bagian 1:  Pengertian, Sejarah dan Evolusi Infografik

Bagian 2: Komponen dan Tipe-tipe Infografik

Komponen Infografik

Sneh (2009) memaparkan anatomi dari sebuah infografik yang dibagi dalam tiga bagian yakni visual, konten, dan pengetahuan.

Visual

Aspek visual dalam infografik memiliki relasi yang kuat dengan desain. Sementara itu, desain dari sebuah infografik memiliki prioritas yang beragam tentang daya tarik, pemahaman, dan retensi [2] berdasarkan tujuan dan sasaran infografik itu sendiri.

Konten

Konten infografik dapat dibagi dalam tiga segmen, yaitu pengantar, konten utama, dan kesimpulan [3]. Bagian pendahuluan diperlukan untuk memperkenalkan pembaca pada topik infografik. Bagian ini biasanya terdiri atas kombinasi judul dan teks atau paragraf singkat. Bagian pengantar bisa juga mencakup beberapa visualisasi data yang membantu pemahaman dasar.

Bagian konten utama untuk infografik adalah sesuatu yang harus diperhatikan oleh pembaca dan harus berisi informasi baru. Pada bagian ini, biasanya didominasi oleh bagian visual infografik.

Bagian terakhir dari konten adalah sebuah kesimpulan, dan desain infografik harus mengarahkan pembaca ke akhir tampulan dan membungkus semua pesan yang disampaikan.

Pengetahuan

Bagian pengatahuan pada infografik berfungsi untuk menunjukkan fakta dan deduksi dari konten. Menyoroti konten yang relevan untuk memancing deduksi dengan mudah adalah sebuah seni tersendiri. Jika infografik bersifat konsentris, memiliki konten yang paling penting baik secara visual maupun faktual menjadi nilai plus jika ditempatkan di tengah.

Berkaitan dengan format bagaimana infografik disampaikan, ada tiga jenis tipe infografik yaitu statis, bergerak (motion), dan infografik interaktif [2]. Infografik statis secara alami adalah informasi tetap dengan interaksi satu arah. Aktivitas pengguna hanya melihat dan membaca. Output tampilan adalah gambar diam termasuk cerita naratif. Format infografik ini biasanya digunakan untuk laporan dan konten distribusi media sosial.

Infografik statis

Motion infographic biasanya juga merupakan informasi tetap. Perbedaan dengan infografik statis adalah pada interaksi pengguna. Pengguna, tidak hanya melihat dan membaca tapi juga mendengarkan jika sulih suara atau musik melengkapinya. Tampilan keluaran infografik semacam ini bersifat animasi atau bergerak. Format ini bekerja paling baik sebagai narasi.

Infografik interaktif dapat berupa masukan informasi tetap atau dinamis. Interaksi pengguna terdiri dari mengklik, mencari data tertentu, secara aktif membentuk konten yang ditampilkan, dan memilih informasi yang diakses dan divisualisasikan. Bentuknya bisa naratif, eksploratif, atau keduanya. (Contoh infografik interaktif)

 

Di sisi lain, infografik bisa dikategorikan berdasarkan konten yang digunakan untuk penyederhanaan kompleksitas [4]:

  1. Keadaan industri atau gagasan: Infografik dapat membantu menunjukkan hubungan beberapa gagasan kompleks, memvisualisasikan tonggak sejarah dan mengatur ajakan untuk bertindak (call to action).
  2. Sumber daya pendidikan: Infografik dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang menampilkan diagram proses atau ‘how-to’ materi.
  3. Membandingkan atau kontras: Infografik dapat merangsang diskusi dengan metode perbandingan konten yang berbeda.
  4. Evolusi: Infografik dapat menawarkan konten tentang pengembangan beberapa masalah, ini membantu pengguna memahami perubahan pada periode tersebut.
  5. Angka dan statistik: Ringkasan infografik dapat membantu menyajikan laporan tebal atau sejumlah besar data numerik.
  6. Artikel yang divisualisasikan: Format yang menarik untuk menceritakan sebuah cerita dan membiarkan pembaca mengikuti arus dalam bentuk visual. Bercerita melalui infografik sangat menarik dan atraktif, dan menjadi salah satu cara terbaik untuk membuat emosi dan koneksi yang kuat dengan pembaca.

Donna M. Wong dalam bukunya The Wall Street Journal Guide to Information Graphic [5] mengajukan kontinum dari infografik berdasarkan jumlah data dan dampak visualnya. Dia menunjukkan bahwa data yang sederhana akan memiliki dampak paling rendah jika ditampilkan dalam gaya naratif, dan akan memiliki dampak paling tinggi jika disajikan dengan ilustrasi konseptual.

Sementara itu, untuk data yang kaya, dampak visual terendah diilustrasikan dalam table angka atau daftar saham, dan dampaknya akan meningkan secara bertahap dengan menambahkan atau menggunakan komponen visual seperti grafik dan table, serta paket tampilan yang lengkap dengan beberapa grafik dan foto.

The Visual-Data Continuum

 

Bersambung:

Bagian 3: Mengapa Orang-orang Menggunakan Infografik?
Bagian 4: Isu-isu Usabiliti dalam Infografik
Bagian 5: The Good Infographic
Bagian 6: Evaluasi Infografik

 

Referensi:

[1] R. Sneh, “The Anatomy of An Infographic: 5 Steps to Create A Powerful Visual,” SpyreStudios, 2009. [Online]. Available: http://spyrestudios.com/the-anatomy-of-an-infographic-5-stepsto-create-a-powerful-visual/. Accessed: Feb. 27, 2017

[2] J. Lankow, J. Ritchie, and R. Crooks, Infographics: The power of visual storytelling. United States: John Wiley & Sons, 2012.

[3] R. Krum, Cool Infographics: Effective Communication with data visualisation and design. Indianapolis, IN: John Wiley, 2013.

[4] Signal Inc, “Infographics: A field guide,” 2014. [Online]. Available: http://www.signalinc.com/wpcontent/uploads/2014/06/signal_infographic_whitepaper.pdf. Accessed: Feb. 25, 2017.

[5] D. M. Wong, The wall street journal guide to information graphics: The dos and don’ts of presenting data, facts, and figures. New York: Norton, W. W. & Company, 2010.

Share This:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.