INFOGRAFIK: Bukan Sekadar Visualisasi yang Indah (1)

Bagian 1: Pengertian, Sejarah dan Evolusi Infografik

Dalam satu dekade terakhir, infografik menjadi metode yang populer untuk memvisualisasikan data dan menyampaikan informasi karena dianggap lebih efektif dan lebih mudah diterima oleh audiens. Lalu apakah itu infografik dan apa manfaatnya bagi khalayak?

Infografik merupakan kependekan dari informasi dan grafis, yakni sebuah teknik untuk memvisualisasikan data atau ide dari informasi yang kompleks menjadi sesuatu yang lebih mudah dicerna oleh khalayak. Infografik digunakan khusus untuk menyajikan data atau pengetahuan dengan bercerita, sedangkan visualisasi data biasanya dihasilkan secara otomatis dan digunakan untuk mencari gambaran dari data atau informasi dalam jumlah besar, terutama dalam bidang sains atau akademik [1,2].

Infografik diharapkan menjadi alat untuk membantu pemahaman, fungsional, indah, dan berwawasan (help tool for understanding, need to be functional, beautiful, and insightful). Infografik juga harus membantu penggunanya dalam menemukan fakta-fakta mendalam yang tersembunyi dalam data yang kompleks.

Di samping itu, infografik juga memiliki definisi baru, yakni desain grafis yang menggabungkan visualisasi data, ilustrasi, teks, dan gambar dalam sebuah format yang menceritakan sebuah cerita yang utuh [3].

Lebih lanjut, satu infografik biasanya dibuat khusus untuk sebuah dataset tertentu. Kontennya juga sensitif terhadap konteks dan menceritakan kisah yang terancana (context-sensitive and tells a premediated story), sehingga hal ini dianggap cara terbaik dalam membimbing pembaca kepada sebuah kesimpulan [1].

Saat ini, infografik biasa digunakan sebagai alat komunikasi visual dalam berbagai bidang, seperti dalam pendidikan, marketing, kesehatan, media massa, dan pemerintahan.

Tujuan infografik sebenarnya serupa dengan public speaking, yakni dapat dikategorikan dalam tiga hal: untuk menginformasikan (to inform), menghibur (to entertain), atau mengajak pembaca (to persuade the audience). Infografik selayaknya memiliki bagian pendahuluan untuk menarik perhatian pembaca, sehingga audiens tahu kenapa mereka harus menyisihkan waktunya untuk membaca hal itu. Infografik juga diakhiri dengan konklusi dan ajakan untuk beraksi, sehingga pembaca memiliki indikasi apa yang harus mereka lakukan setelah mendapatkan informasi tersebut [3].

Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas infografik meledak. Berdasarkan Google Trend, kemunculan fenomena ini berawal pada 2010 dan terus berlanjut hingga saat ini [4]. Krum (2013) menunjukkan dalam tiga tahun (2010-2012) terdapat lonjakan yang tidak biasa dalam jumlah pencarian kata infographic (gambar 1), hal ini diduga karena Internet telah mengubah term infografik menjadi kata yang umum, sedangkan pada 30 tahun lalu kata tersebut hanya digunakan oleh art directors dan percetakan.

Pertumbuhan kata Infographic di mesin pencarian [3].

Sejarah dan Evolusi Infografik

Infografik menjadi pendekatan yang umum untuk menampilkan konten dalam bentuk visual. Meskipun term infografik populer belakangan ini, tetapi sebenarnya infografik bukanlah metode yang baru. Visualisasi data sudah ada sejak berabad-abad lalu dalam bentuk peta dan ilustrasi lainnya [6]. Sepanjang sejarah, umat manusia telah menggunakan ikon, grafik, dan gambar untuk menceritakan sebuah kisah, berbagi informasi, dan membangun pengetahuan [7].

Sejarah infografik [7]
Lankow, dkk (2012) menjelaskan bahwa sains dan percetakan telah mengunakan desain informasi dan visualisasi sebagai alat komunikasi selama berabad-abad. Meski demikian, studi dan pengembangan dalam bidang ini didominasi oleh akademisi dan ilmuwan yang focus utamanya untuk memahami cara paling efisien dalam mengolah dan menyajikan informasi untuk memudahkan analisis.

Sekitar 2007, ketertarikan terhadap infografik mulai tumbuh di web. Tiba-tiba, seluruh grup-grup baru yang terdiri atas para ahli mulai memuji, membagikan, dan mengomentari semua infografik yang bisa mereka temukan. Sejak itu, banyak infografik baru mulai diciptakan oleh berbagai industri dan digunakan untuk berbagai kepentingan.

Salah satu penggunaan infografik yang paling umum adalah untuk kepentingan pemasaran komersil. Bentuk baru visual ini mengambil jalan yang sedikit berbeda dari produk visual lainnya, baik dalam format maupun konten. Grafis yang panjang dan ramping dengan desain dan ukuran yang pas untuk tampilan blog menjadi mudah ditemukan dimana-mana dan hampir secara instan bersinonim dengan istilah infografik.

Lebih lanjut, sama seperti tujuan dari marketing, gol dari penggunaan konten dan desain ini adalah untuk memancing perhatian, ketertarikan, dan pujian terhadap perusahaan yang memproduksinya. Hal ini berbeda dengan tujuan awal, yakni murni menggunakan representasi visual untuk membantu pemrosesan dan pemahaman data.

Banyak penelitian tentang infografik dilakukan oleh peneliti di berbagai bidang dengan berbagai tujuan. Studi ini mencakup tentang pemahaman manusia terhadap data dan informasi melalui infografik, preferensi untuk visualisasi data berdasarkan tipe konstruksi, dan juga kegunanaan dan penggunaan infografik.

 

Bersambung:

Bagian 2: Komponen dan Tipe Infografik
Bagian 3: Mengapa Orang-orang Menggunakan Infografis?
Bagian 4: Isu-isu Usabiliti dalam Infografis
Bagian 5: The Good Infographic
Bagian 6: Evaluasi Infografis

Referensi:

[1] J. Carmack, “Throwdown: Data visualisation vs. Infographics,” in Data 101, Visage, 2015. [Online]. Available: https://visage.co/throwdown-data-visualization-vsinfographics/. Accessed: Feb. 25, 2017.

[2] Signal Inc, “Infographics: A field guide,” 2014. [Online]. Available: http://www.signalinc.com/wpcontent/uploads/2014/06/signal_infographic_whitepaper.pdf. Accessed: Feb. 25, 2017.

[3] R. Krum, Cool Infographics: Effective Communication with data visualisation and design. Indianapolis, IN: John Wiley, 2013

[4] I. Ahmad, “The popularity of #Infographics and how to use it to your advantage,” 2015. [Online]. Available: https://www.digitalinformationworld.com/2015/04/infographics-the-overlooked-traffic-driver.html

[5] J. Lankow, J. Ritchie, and R. Crooks, Infographics: The power of visual storytelling. United States: John Wiley & Sons, 2012.

[6] J. C. Dunlap and P. R. Lowenthal, “Getting graphic about infographics: Design lessons learned from popular infographics,” Journal of Visual Literacy, vol. 35, no. 1, pp. 42– 59, Jan. 2016.

[7] M. Smiciklas, The power of Infographics: Using pictures to communicate and connect with your audiences. Indianapolis, IN: Que Corporation,U.S., 2012.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.