Menjalani Hidup Sebagai Orang Rata-rata

Saya mengawali tulisan ini setelah menutup tab-tab peramban yang berisi persyaratan pendaftaran beasiswa S3 Fulbright, halaman produk sampo kuda di tokopedia, serta beberapa akun media sosial dan halaman berita.

Beberapa hari belakangan, pikiran saya memang sedikit penuh, pun hati sedikit sesak. Ada beberapa hal yang cukup mengganggu dan membuat hidup saya menjadi tidak biasa.

Continue reading “Menjalani Hidup Sebagai Orang Rata-rata” »

Mengapa Perempuan Enggan Berkarir di Industri STEM?

Kesadaran masyarakat akan pentingnya perempuan dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) terus meningkat. Bahkan, minat para pelajar perempuan untuk meneruskan pendidikan pada bidang tersebut tergolong tinggi.

Hanya saja, antusiasme tersebut ternyata tidak berlanjut pada jenjang professional, dan hal ini mengindikasikan adanya masalah yang dihadapi dan perlu diselesaikan.

Continue reading “Mengapa Perempuan Enggan Berkarir di Industri STEM?” »

Hoaks dan Autokritik Untuk Media Massa

Beberapa hari ke belakang, di dunia Twitter yang saya ikuti ramai akan hujatan dan cibiran terhadap salah satu media online di Indonesia. Pasalnya, media tersebut dianggap menyebar berita palsu atau hoaks akibat keliru mencatut akun Twitter seseorang dan mengaitkannya dengan tersangka gerombolan penyebar hoaks yang ditangkap baru-baru ini. Hal ini menjadi ironi, mengingat media massa yang seharusnya menjadi tempat untuk memverifikasi sebuah informasi, nyatanya malah menegaskan ketidakpercayaan masyarakat terhadapnya melalui konten-konten yang tidak akurat. Untuk itu, sebaiknya media massa harus mulai berbenah jika ingin tetap menjadi sumber informasi yang valid dan dicari oleh pembaca. Continue reading “Hoaks dan Autokritik Untuk Media Massa” »

Hati-hati Terciduk Kasus Persekusi

Dalam setahun terakhir, kata ‘Persekusi’ makin sering muncul di berbagai berita di media dan percakapan masyarakat Indonesia. Secara sepintas, persekusi bisa diartikan sebagai tindakan penganiayaan terhadap seseorang.

Sebagai contoh terbaru adalah kasus ‘persekusi’ terhadap pasangan yang diduga melakukan tindakan mesum di Tangerang. Namun, apakah hal tersebut memang layak disebut sebagai tindakan persekusi? Apa sebenarnya arti persekusi, dan apa saja yang sebenar-benarnya masuk dalam kategori persekusi dalam ranah hukum? Continue reading “Hati-hati Terciduk Kasus Persekusi” »

Per Ardua Ad Alta

Dua bulan empat hari telah saya lalui dengan status sebagai pengangguran saat mulai menulis ini. Saya telah memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya sebagai wartawan di harian ekonomi terbesar di Indonesia. Keputusan tersebut tentunya bukan tanpa alasan, ada hal lain yang lebih besar yang ingin saya capai dari sekadar menjalani profesi yang sudah menjadi impian saya sejak kecil. Continue reading “Per Ardua Ad Alta” »