Kepala Tiga⁣

“Nenden, kamu lahir tahun berapa, bulan apa, tanggal berapa, jam berapa?” tanya mas bos ganteng dengan semangat. Dia mau menghitung peruntungan shioku di tahun tikus.

Sebagai sesama orang bershio kuda, dia bilang tahun ini akan terasa berat, harus bekerja lebih keras, dan bakal ada satu kegagalan besar.⁣

Saya cuma senyum dan ketawa melihat ekspresi wajahnya yang sangat serius membaca prediksi horoskop china saya. Dia bilang, shio tahun kudaku sangat bagus berpasangan dengan shio bulanku yaitu macan. Berbanding terbalik dengan shionya yang memiliki unsur naga dan anjing.⁣

“Pseudoscience sih, tapi lumayan aja supaya bisa waspada dan antisipasi. Kalau hasilnya buruk semua, liat zodiak aja, cari yang bagus-bagusnya,” katanya menjawab komentarku yang mempertanyakan kepercayaannya pada hal-hal seperti itu.⁣
*⁣
Sebenernya, yang menarik dari 2020 bukan urusan tahun tikusnya, tetapi di tahun yang sangat dinantikan ini, saya akan menyambut babak baru kehidupan. Usia saya tak lagi berkepala dua. Saya bakal berusia 30 tahun.⁣

Saya selalu percaya usia 30 adalah the new 17th. Meskipun banyak orang bilang umur segitu tidak⁣ bisa dibilang muda lagi, tetapi saya malah menikmatinya. Menjadi tua dengan cemerlang dan bersemangat belia adalah visi dan misiku.⁣
*⁣
Dulu, saya sempat insecure ketika sadar usia kepala dua tersisa tak seberapa lama. Mana belum⁣ nikah, enggak punya rumah, aset dan investasi entah, bahkan target menyandang gelar doctoral juga enggak ada hilalnya.⁣

Namun, lama-lama kok ya hal itu ternyata enggak jadi masalah, karena ada hal lain yang lebih penting ketika menghadapi dekade baru dalam hidup selain ekspektasi sosial itu, yakni seberapa bahagia hidupmu dan bagaimana kualitasmu sebagai manusia?⁣
*⁣
Meskipun demikian, saya masih punya beberapa puluh hari sebelum⁣ benar-benar berusia kepala tiga. Masih ada beberapa hal yang ingin dilakukan sebelum berusia 30. Semoga saya masih sempat untuk mencoret beberapa poin di daftar #30before30

#30HBC20 #30HBC2015
@30haribercerita @atirecrebirah03