Pisan bollen kartika sari

“Teh bangun, bapak sudah pulang,” seseorang menggoyang badanku.⁣
⁣⁣
Tanpa tahu jam berapa, aku mengucek mataku dan segera bangkit dari kasur. Lampu ruang tengah masih menyala, TV juga masih berisik. Kutengok jam dinding, masih jam 9 malam, berarti aku tidur belum lama.⁣⁣
⁣⁣
“Eh, bangun, Teh? Itu Bapak bawa oleh-oleh dari Bandung, cobain deh,” ujar laki-laki paruh baya yang tengah duduk di sofa sambil membereskan buku-buku yang dia keluarkan dari koper kecilnya.⁣⁣
⁣⁣
Sebuah kotak berkover merah kecokelatan bertuliskan Kartika Sari dengan warna emas tergeletak di meja depan TV. Aku belum pernah melihat kotak makanan seperti itu sebelumnya.⁣⁣
⁣⁣
Dengan enggan, kubuka tutupnya. Makanan serupa roti berjejer dengan formasi 2×5. Kuambil satu. Kupegang masih terasa hangat. Lalu kugigit sedikit. Empuk. Ternyata ada pisang dan keju bersembunyi di baliknya.⁣⁣
⁣⁣
Entah karena waktu mencicipinya pertama kali aku masih belum sadar sepenuhnya, atau karena kehadiran buah dan makanan kesukaanku: pisang dan keju, roti pisang bollen itu kemudian menjadi favorit.⁣⁣
⁣⁣
***⁣⁣
⁣⁣
Hampir sebulan sekali, atau lebih sering. Kotak dengan tutup merah kecokelatan itu selalu kutemui tiap pagi di meja TV.⁣⁣
⁣⁣
“Oh, Bapak sudah pulang semalam,” gumamku sambil mengambil potongan pertama roti itu.⁣⁣
⁣⁣
Jika aku menikmati roti itu saat bangun tidur, berarti Bapak baru sampai rumah di atas jam 10 malam.⁣
⁣⁣
Roti pisang bollen menjadi pertanda, Bapak akan mengantarku ke sekolah pagi itu. Selama perjalanan dari rumah ke sekolah, bapak pasti bercerita tentang kota kelahirannya dan hal menarik yang dia kerjakan di sana.⁣⁣
⁣⁣
Aku suka mendengar cerita bapak. Dia suka jalan-jalan, dia punya banyak teman. Kalau bapak bercerita, aku pasti tidak pernah bosan. Selalu saja ada hal seru yang kunantikan.⁣⁣
⁣⁣
***⁣⁣
Bertahun kemudian, aku tetap gembira ketika menemukan kotak berkover merah kecokelatan, bertuliskan Kartika Sari. Walaupun beberapa puluh detik selanjutnya hatiku akan berasa sesak.⁣⁣
⁣⁣
Sekarang, kotak berkover merah kecokelatan itu tidak lagi menjadi pertanda akan ada cerita tentang Bandung hari itu. Karena Bapak sudah tidak pernah, dan tidak akan pulang ke rumah.⁣⁣

#30hbc2012 #30hbc20