Hidup tak bisa menanti

Sepagi ini, hujan sudah turun berkali-kali. Membuat usaha untuk beranjak dari kasur seakan tidak pernah berhenti.

Awan sempurna menabir cahaya mentari, suara petir juga sesekali menggelegar, didului kelebatan kilat di sebelah timur langit Jakarta.

Ucapan selamat pagi dan kata-kata semangat darimu pun tidak cukup ampuh membebaskanku dari cengkeraman hangatnya selimut.

Senin yang bikin payah. Hujan yang bikin susah. Jakarta yang bikin jengah.

Segala macam keluhan dengan fasih berloncatan dalam hati ketika melongok keluar jendela, melihat jalan-jalan basah dari lantai 12.

Genangan air di jalur Transjakarta tampak meriak saat dilintasi kendaraan bermotor. Beberapa orang juga tampak berjingkat saat menyeberang menuju halte.

Jika tak ingat status sebagai seorang kelas pekerja dengan seabreg tuntutan kehidupan sosial, undangan untuk melanjutkan mimpi semalam sudah pasti kuterima dengan senang hati.

Sayangnya hidup tidak bisa menanti. Sedang tidur masih bisa dijemput lagi malam ini.

Hanya ingatan untuk memenuhi gaya hidup lah yang kemudian bisa membuatku lekas bangun dan membasuh badan.

Tak lupa menyisipkan doa, supaya banjir tak lagi menyapa kota-kota. @30haribercerita #30hbc20 #30hbc2006