Tua dan Bahagia

Sebagian besar teman saya pasti sudah tahu kalau saya punya obsesi untuk bisa kerja dan tinggal di New York, kota metropolitan yang ingar bingar dan tidak pernah tidur.

Dari dulu, saya memang mudah terpana dengan cahaya. Saya suka melihat lampu-lampu kota, gedung-gedung tinggi yang memantulkan sinar. Saya suka dengan ide untuk menaklukan dunia.

Tapi kemudian, obsesi tersebut bergeser. Saya masih tetap ingin ke New York dan sampai sekarang masih mencari cara untuk mewujudkannya. Namun, tidak perlu lama-lama, cukup 5-7 tahun. Kemudian kembali dan menuju cita-cita yang paling ultimate: hidup dari tangan saya sendiri.

Saya sudah pernah cerita ke beberapa orang, kalau suatu saat nanti, saya ingin hidup sendiri dan memenuhi kebutuhan hidup dengan tangan saya sendiri secara harfiah. Kalau mau makan nasi, bersawah. Mau makan sayur, bercocok tanam. Mau makan daging, berternak.

Selagi muda, saya ingin sekali memiliki keterampilan survival seperti itu. Makanya saya sangat bahagia kala seorang teman memberi tahu kalau saya bisa ikut mengurus sapi dan mencangkul kebun.

Pokoknya, prinsip hidup saya sekarang: kuasai dunia selagi muda, dan bahagia kala menua. ✌

#30hbc1825
#30haribercerita
@30haribercerita