Wisata Air di Kepulauan Seribu Bikin Lupa Daratan

Kepulauan Seribu sebuah daerah di utara Pulau Jawa yang masuk dalam daerah administratif DKI Jakarta. Saya yakin, jika orang dari luar Jakarta kemudian di ajak ke salah satu pulau di sana, mereka tidak akan menyangka kalau daerah itu merupakan salah satu bagian dari Jakarta. Sebab, yang muncul di kepala orang termasuk saya, ketika mendengar kata Jakarta sebagian besar merupakan hal-hal negatif, misal macet, banjir dan polusi.

Hidden Treasure, kata itu juga yang bisa menggambarkan tentang Kepulauan Seribu, ternyata di balik hiruk-pikuk dan ingar-bingar Ibu Kota, Jakarta menyimpan harta karun berupa keindahan alam. Hanya berjarak beberapa jam dari pusat kota Jakarta, Kepulauan Seribu bisa menjadi tempat beristirahat untuk melepas kepenatan dari rutinitas Ibu Kota.

Akses menuju Kepulauan Seribu tergolong cukup mudah dan terjangkau, pengunjung tinggal menuju pelabuhan Muara Angke, kemudian menyeberang menggunakan kapal ferry menuju pulau yang dituju. Kita bisa ke Pulau Tidung, Pulau Pramuka, Pulau Pari atau pulau-pulau lainnya. Setiap pulau di Kepulauan Seribu menyimpan keunikan tersendiri.

Pulau Tidung

Beberapa waktu lalu saat long weekend rekan-rekan kerja sekantor dan beberapa rekan dari luar memutuskan untuk berlibur ke sana. Kami berangkat dari Muara Angke dan ketika sampai di Pulau Tidung kami tinggal di rumah penduduk yang sudah disiapkan sebagai homestay.

Pada sore hari, kami diajak untuk mengunjungi landmark Pulau Tidung, yaitu Jembatan Cinta. Jembatan Cinta merupakan akses jalan penghubung antara pulau tidung besar dan pulau tidung kecil. Di sana ada mitos yang berkembang yaitu jika sepasang pria dan wanita bergandeng tangan menelusuri jembatan ini sampai akhir dan tangan mereka tidak pernah terlepas, maka hubungan mereka akan sampai di penghujung pelaminan. Namun sayang, karena saat itu tidak ada yang membawa pasangan (sebagian besar jomblo :D), akhirnya tidak ada yang mencoba membuktikan mitos itu.

Selain mitos yang jadi daya tarik wisatawan itu, di Jembatan Cinta kita juga bisa merasakan salah satu tantangan yang memacu adrenalin, yaitu loncat atau terjun bebas dari Jembatan Cinta ke laut lepas. Hap! Ternyata banyak juga yang mengantre untuk menguji nyali di Jembatan Cinta ini. Setelah menguji nyali, kemudian kami menikmati matahari terbenam di Pulau Tidung Kecil.

Jembatan Cinta

Keesokan harinya barulah kita diajak untuk mengeksplorasi keindahan bawah laut Kepulauan Seribu. Untuk menuju spot snorkeling kami diangkut menggunakan perahu kayu, setelah sampai satu per satu kami dipersilakan untuk turun ke laut lepas. Bagi yang tidak bisa berenang, jangan khawatir, agen travel biasanya sudah melengkapi kita dengan peralatan pengaman seperti pelampung.

Ya! Karena sudah tidak sabar ingin melihat indahnya kedalaman laut di Kepulauan Seribu, akhirnya kami pun membenamkan kepala kami dan tak lama kemudian kami langsung tersihir dengan pemandangan yang kami lihat. Terumbu karang, ikan-ikan, tanaman dan hewan laut lainnya secara harmonis membentuk pemandangan yang tak mungkin mudah dilupakan.

Ikan yang bermacam-macam dan berwarna-warni menghampiri ketika kami keluarkan roti untuk memancing mereka. Wah rasanya benar-benar menyenangkan ketika ikan itu mengerubungi kami dan mata kami pun seakan tidak lelah mengamati setiap hal yang ada di bawah laut.

Namun, baru saja kami turun dari perahu tiba-tiba kami sudah diminta untuk kembali ke perahu, ternyata tak terasa kami sudah menghabiskan waktu berjam-jawab di dalam air. Duh, rasanya tidak rela ketika kami harus meninggalkan pemandangan bawah laut yang menakjubkan itu, kalau boleh dibilang rasanya kami rela tidak kembali ke daratan agar bisa menikmati keindahan bawah laut itu.

2

Setelah ber-snorkeling ria, kemudian penjelajahan Pulau Tidung dilanjutkan untuk menikmati water sport yang ada di sekitar Jembatan Cinta. Nyali kami pun kembali ditantang untuk mencoba permainan air yang tersedia, akhirnya kami pun memilih untuk menaiki banana boat dan donat boat.

Yang membuat asyik di permainan air ini adalah ketika angin dan air laut menerpa wajah kami dalam kecepatan tinggi, selain itu adegan jatuh ke dalam air pun menjadi hal yang bikin jantung deg-degan. Wah rasanya jadi campur aduk, mulai dari takut, ragu, seru dan bahagia datang bersamaan di hati kemudian membuat kami ketagihan.

3

Tapi semuanya harus berakhir, meskipun keindahan dan keseruan aktivitas air di Pulau Tidung bikin kita lupa daratan. Tapi jangan salah, keindahan daratan Pulau Tidung pun tidak bisa diremehkan, kita bisa menikmati indahnya pantai saat sunset, dan menikmati pemandangan alam menggunakan sepeda yang jarang kita temui di Kota Jakarta. Andai saja setiap hari long weekend, kami rela menetap lebih lama di Pulau ini.

Pulau Pari

Sementara itu, di Pulau Pari meskipun tidak ada fasilitas watersport, tetapi spot untuk snorkeling dan divingnya lebih bagus dibandingkan di Pulau Tidung. Saat kita snorkeling ikan-ikan akan berdatangan dengan sendirinya tanpa perlu diberi pancingan seperti makanan.

Selain itu karena jumlah penduduknya lebih sedikit, maka kondisinya lebih tenang, selain itu kendaraan bermotonya pun sangat sedikit, padahal jalanannya cukup lebar. Di sana kita juga bisa melihat penduduk yang membudidayakan rumput laut dan bisa membeli agar-agar rumput laut sebagai oleh-oleh khas Pulau Pari.

Ya, intinya dari sekitar 110 pulau yang berada di daerah Kepulauan Seribu memiliki ciri khas tersendiri. Namun sayang, ternyata belum semua orang tahu mengenai hal ini, termasuk orang yang sudah menetap lama di Batavia, begitu pula saya yang merupakan salah satu perantau dan baru seumur jagung hidup di Jakarta. Sepertinya orang-orang Jakarta sudah pupus harapan untuk mendapat ‘kebahagian’ di Jakarta sehingga mereka lebih banyak berlibur ke negeri jiran.

Padahal, daripada menghabiskan uang dan mengisi devisa negara lain, lebih baik kita bisa memajukan pariwisata lokal, selain lebih hemat dan terjangkau kita bisa yakin dan optimistis bahwa ada surga di dekat tempat tinggal kita.

Andai tak hanya Kepulauan Seribu, tapi banyak tempat di Jakarta yang bisa diubah menjadi ‘Kepulauan Seribu’ lainnya, tentu orang Indonesia akan semakin betah dan bangga pada Ibu Kota Indonesia.

Untuk itu, sebagai Hidden Treasure Kepulauan Seribu harus benar-benar dijaga sebagai aset dan harapan untuk menuju Jakarta Baru. Jika Kepulauan Seribu bisa tetap asri dan indah, saya yakin harapan untuk mengubah DKI Jakarta menjadi lebih ramah akan tetap terjaga.

Dirgahayu DKI Jakarta, Enjoy Jakarta!

follow

Share This:

Published by

3 Replies to “Wisata Air di Kepulauan Seribu Bikin Lupa Daratan

Leave a Reply