Tips dan Trik Belanja Buku Hemat Buat Kamu yang di Luar Jawa

Sebagai seorang pemula dalam dunia literasi juga sebagai kutu buku baru, ada kegelisahan yang mendera saya di Hari Buku Nasional tahun ini, yakni tingginya harga buku yang bisa menjadi salah satu faktor penyeret rendahnya minat baca masyarakat Indonesia.

Mahalnya harga buku paling mudah dirasakan oleh masyarakat yang tinggal jauh dari pusat perekonomian atau Pulau Jawa. Awalnya, saya hanya mendengar cerita dari seorang rekan yang tinggal di Balikpapan, dia bilang harga buku di kotanya sangat keterlaluan tingginya, dan hal itu mendorong dirinya menjadi pelanggan toko buku online.

Dia berdalih harga buku di toko online bisa lebih murah hingga separuh harga dibandingkan dengan harga buku di jaringan toko buku nasional — yang saya yakin kalian sudah tau apa itu meskipun namanya tidak saya tuliskan.

Kemudian, pengalaman tersebut nyatanya saya alami sendiri selama hidup di Makassar. Pertama-tama sih saya tidak ambil pusing saat menunaikan kegiatan rutin belanja buku bulanan, pasalnya saya hanya beli satu atau dua buku tiap bulannya.WhatsApp-Image-20160517 (1)

Namun, saat akhir Maret lalu saya menang arisan buku, dan wajib menghabiskan uangnya untuk berbelanja buku, saya malah jadi mulai menghitung-hitung. Apalagi saya mulai iseng membandingkan harga buku di toko buku yang-saya-yakin-kamu-sudah-tahu-itu dengan di tempat jualan lainnya, dan ternyata hasilnya adalah harga bukunya bisa selisih hingga Rp30.000, di mana dengan selisih itu bisa beli buku lainnya!

[ Karena fakta tersebut, tak heran jika teman saya mencaci toko buku tersebut dengan sebutan sampah. Hal itu juga membuat saya dan beberapa teman lainnya tidak tergerak untuk berbelanja meskipun pada Hari Buku Nasional ini mereka memberikan diskon 20%. Berdasarkan hitung-hitungan kasar saya, toko buku tersebut mengambil untuk 30% dari penerbit, dengan cuma kasih diskon 20%, artinya mereka masih punya untung 10%. ]

Nah, jika saya membelanjakan uang arisan di toko-buku-itu maka kemungkinan saya cuma bisa dapat lima eksemplar buku, sedangkan jika saya belanja di toko online, maka saya bisa dapat hingga 10 eksemplar buku.

Tentu saja hal itu sangat mengejutkan dan bisa serta merta membuat orang langsung beralih untuk berbelanja buku secara online saja. Eits, ingat masih ada komponen lain yang harus dihitung agar kegiatan belanja buku ini benar-benar efisien. Apakah itu? Ya, ongkos kirim atau ongkir.

Ongkir kemudian menjadi komponen yang bisa menjadi sandungan saat berbelanja buku, terutama bagi konsumen yang berdomisili di luar Jawa. Biasanya, ongkir reguler di Jawa hanya berkisar maksimal Rp12.000-an (karena barang dikirim dari Jawa), tetapi ke Makassar bisa sampai Rp30.000 per kg.

Oleh karena itu, jika tidak hati-hati menghitung komponen ini, bukannya belanja buku dengan hemat, yang ada malah bisa jadi tekor. Bisa jadi biaya ongkir sama dengan harga buku yang dibeli. Untuk itu, saya mau berbagi tips dan trik supaya bisa belanja buku secara optimal (halah).

Pertama, datanglah ke toko buku terdekat di kotamu. Cari buku-buku apa saja yang menarik hatimu, sekaligus survei harganya. Sebaiknya, semua judul buku yang diingini dan harganya dicatat dengan rapi.

Kedua, survei ke beberapa toko buku online yang terpercaya, bisa ecommerce, di Instagram, atau ke website penerbitnya langsung. Cari buku apa saja dari daftar buku yang diinginkan yang tersedia di toko online tersebut dan catat harganya. (sebaiknya fokus di dua atau tiga toko buku, ini untuk efisiensi ongkos kirim).

Oh ya, pada bagian ini juga bisa sekalian survei ongkos kirim, kita bisa lakukan simulasi pembelian mulai dari order buku apa saja yang pengen dibeli, masuk ke keranjang belanja, hingga sebelum check out, nanti akan ketahuan berapa estimasi berat belanjaan dan ongkir yang harus dibayar.

Ketiga, bandingkan! Buat tabel di aplikasi pengolah angka. Buat daftar judul buku, serta harganya di masing-masing toko buku dan toko online. Dari tabel tersebut, kita mulai bisa menghitung selisih harga jika membeli langsung atau secara online.

WhatsApp-Image-20160517

Keempat, saatnya memutuskan. Setelah menghitung-hitung, saatnya menentukan pilihan. Jika hasil perbandingan antara beli buku langsung di toko dan belanja online plus ongkir selisihnya sekitar 30% atau bisa untuk beli tiga buku (sekitar Rp100.000), saya sarankan untuk membeli secara online.
Namun, jika selisihnya hanya sekitar 10% dari total belanjaan, saya sarankan untuk beli langsung di toko. Selisih 10% itu bisa dianggap menjadi ongkos tunggu yang akan kita lalui jika membeli buku secara online.

Di samping itu semua, ada beberapa risiko belanja buku online (dan belanja online secara umum) yang harus diketahui sebelum memutuskan untuk memilih opsi tersebut, di antaranya adalah masih rawan penipuan, waktu tunggu cukup lama, sulitnya proses refund jika barang tiba-tiba tidak tersedia.

Setelah mengetahui plus-minus belanja buku offline dan online, serta trik bagaimana bisa berbelanja buku hemat, sekarang terserah kalian untuk memilih opsi belanja mana yang paling nyaman. Yang pasti, semua buku yang dibeli harus dibaca dan jangan cuma jadi pajangan.

Selamat berbelanja buku dan Selamat Hari Buku Nasional
Stop Pemberangusan Buku dan Jangan Bakar Buku

Share This:

Published by

3 Replies to “Tips dan Trik Belanja Buku Hemat Buat Kamu yang di Luar Jawa

  1. Hm…saya masih lebih tertarik berbelanja buku manual. Selalu suka dengan unsur “cuci mata”nya. Hahahaha….
    Lagian, mau beli buku, lama amat mikirnya, Nden. 😛

Leave a Reply