Teknik Mempersiapkan Bahan Presentasi Bisnis

Sebelum menyusun kerangka dan menyajikan presentasi, seorang presenter harus mempersiapkan bahan-bahannya. Harus ada proses pemilihan dan memutuskan ide apa saja yang hendak disampaikan, dan materi apa saja yang harus disertakan dan tak perlu disampaikan.

Penulis buku Presentasi Memukau Muhammad Noer memaparkan ada dua tools sederhana yang bisa digunakan dalam mempersiapkan bahan presentasi.

  1. Brainstorming

Brainstorming adalah cara mengeluarkan seluruh ide atau gagasan tanpa harus dikritisi terlebih dahulu. Tanpa dikritisi, biasanya gagasan akan mengalir sebanyak-banyaknya.

Cara untuk melakukan brainstorming juga relatif mudah. Cukup menyediakan kertas flipchart besar atau papan tulis. Kemudian pikirkan topik yang hendak dibahas, lalu keluarkan seluruh isi kepala Anda terkait topik tersebut.

“Semua ide bisa menuliskannya dalam bentuk daftar, atau cukup menulis secara acak. Jangan berhenti menulis sampai punya daftar yang cukup banyak, sekitar 30-50 item,” katanya.

Inti brainstorming itu sendiri adalah agar gagasan tidak terhambat dan tertahan di kepala. Jadi, perlu dilakukan secepat mungkin tanpa perlu dipikirkan terlalu banyak.

Selain itu, brainstorming juga sangat baik dilakukan dalam kelompok. Caranya bisa dilakukan dengan menyediakan lembaran post-it dan meminta para anggota kelompok menuliskan gagasan mereka dengan cepat, satu kertas untuk setiap ide. Selanjutnya tempelkan post-it itu ke papan tulis atau ke dinding.

Setelah brainstorming selesai, saatnya merapikan gagasan yang terserak. Kelompokkanlah gagasan-gagasan yang sejenis, satu tema, dan berhubungan erat satu sama lain.

Ini akan membantu memberi kerangka mengenai apa yang ingin Anda sampaikan dalam presentasi. Anda juga bisa memilah dan memutuskan bagian mana yang akan dipresentasikan dan bagian mana yang tidak.

source: slidebazaar.co
  1. Peta Pikiran atau Mind Map

Mind map, atau peta pikiran adalah teknik mencatat kreatif dengan memanfaatkan bagaimana otak bekerja. Dengan cara ini, calon presenter bisa membuat catatan yang menghubungkan satu informasi dengan informasi lainnya disertai gambar dan warna untuk membantu asosiasi.

Mirip dengan brainstorming, mind map dimulai dari topik utama, lalu mencari hal apa saja yang terkait dengan topik tersebut. Jika brainstorming awalnya tidak terstruktur, dengan peta pikiran gagasan-gagasan sudah tampak strukturnya sejak awal.

Kombinasi antara brainstorming dengan peta pikiran juga bisa dilakukan. Pertama, lakukan brainstorming dengan mengeluarkan semua lintasan pikiran Anda. Berikutnya rapikan, kelompokkan dan atur dalam urutan logika tertentu dengan peta pikiran.

“Lakukan brainstorming untuk melihat tebaran ide-ide dan gagasan. Dan gunakan peta pikiran untuk meletakannya pada tempat yang sesuai,” katanya.

Share This:

Published by

Leave a Reply