Tampil Prima Saat Presentasi Bisnis

Pemaparan ide atau pitching idea di depan calon investor adalah salah satu waktu paling krusial bagi para pemilik start-up. Secara dramatis bisa dibilang, saat itu adalah waktu penentuan bagaimana masa depan bisnis mereka di masa depan. Untuk itu, sudah menjadi kewajiban untuk tampil prima saat mempresentasikan ide bisnis.

Muhammad Noer, pakar public speaking dan penulis buku Presentasi Memukau, menjelaskan sebuah presentasi termasuk pitching atau presentasi bisnis sudah menjadi standar komunikasi binis. Tidak jarang, presentasi tersebut disampaukan kepada para pengambil keputusan, salah satunya investor. Biasanya waktu dan perhatian mereka terbatas, sehingga membutuhkan presentasi yang to-the-point.

“Banyak presentasi bisnis yang dibuat dengan penuh data malah membingungkan audiens. Memang terlihat sangat kompleks dan canggih, namun tidak membantu presenter menyampaikan pesan secara efektif,” katanya.

Untuk itu, sangat perlu mempersiapkan materi untuk presentasi dengan cara mengambil data, menganalisis dan membuat kesimpulan, sehigga audiens yang tidak terlalu mendalami analisis data dapat mengerti dengan mudah dan menarik kesimpulan dengan cepat dari apa yang disampaikan. “Audiens sebenarnya hanya ingin dengan cepat mengambil kesimpulan, sehingga mereka dapat mengambil keputusan dengan benar,” imbuhnya.

source: udemy.com

Di samping masalah teknis konten dan informasi yang akan disampaikan, urusan penampilan dan cara penyampaian juga tak kalah penting. Ada beberapa hal yang harus diterapkan saat seorang presenter akan mempresentasikan bisnisnya kepada investor.

Vokal yang Baik

Suara harus terdengar jelas oleh audiens terjauh. Jika presentasi menggunakan mikrofon, pastikan suara yang keluar dari pengeras suara tidak terlalu keras sehingga menyakitkan telinga.

Saat berbicara, pastikan juga kata-kata yang keluar dari mulut jelas, intonasi yang baik dan tepat, serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh audiens.

Antusias

Miliki semangat dan antusiasme, supaya penampilan saat pitching tampak hidup. Tunjukkan sebuah energi sehingga mampu memengaruhi orang lain. Suara tidak harus terdengar keras, tetapi harus memiliki kekuatan dari bagaimana pengucapan setiap kata yang jelas, kuat dan berwibawa.

Variasi

Intonasi yang datar saat penyampaian materi akan membosankan, sehingga dibutuhkan variasa dalam intonasi. Ada kalanya diperlukan berbicara lebih lambat untuk memberikan penekanan pada sebuah kata atau kalimat. Di sisi lain, ada kalanya perlu berbicara lebih ceat untuk menunjukkan semangat dan jiwa dinamis.

Jangan Bergumam

Satu masalah yang sering dimiliki oleh banyak presenter adalah bergumam atau menyebutkan kata-kata jeda yang tidak ada artinya seperti ‘hmmm’ atau ‘eeee’.

Bergumam ketika menyampaikan presentasi biasanya terjadi karena berpikir saat akan berbicara. Selain mengurangi kredibilitas, gumaman juga membuat audiens jenuh.

Ada empat cara untuk mengatasi gumaman tersebut. Pertama, sadari bahwa Anda memang sering bergumam. Dengan kesadaran, maka Anda akan paham bahwa hal tersebut seharusnya tidak dilakukan.

Kedua, persiapkan presentasi dengan baik. Ketika materi presentasi telah disiapkan dengan baik, maka gumaman akan jauh berkurang, karena Anda tidak harus berpikir lagi kata apa yang akan disebutkan berikutnya.

Ketiga, berpikirlah dengan hening. Ganti gumaman dengan diam, daripada mengatakan ‘hmmm’ yang tidak  ada artinya, lakukan jeda dan hening sejenak. Ini akan menciptakan efek dramatik dan memperkuat kata-kata.

Keempat, minta bantuan teman. Pilih teman terpercaya untuk menghitung setiap kali Anda bergumam dalam sebuah presentasi. Setelah selesai, perhatikan berapa kali telah bergumam sepanjang pembicaraan. Buatlah target untuk mengurangi jumlah tersebut sampai benar-benar hilang.

Selain masalah vokal, gerak badan dan sikap tubuh yang mengiringi kata-kata saat presentasi juga sangat penting. Karena hal itu merupakan respons alami tubuh yang bisa memancarkan ketakutan, kekhawatran dan ketidakpercayaan diri.

“Langkah utama dalam menampilkan bahasa tubuh yang positif adalah dengan memiliki keyakinan dan kepercayaan diri ketika tampil,” katanya.

Adapun, kepercayaan diri itu bisa muncul jika presenter memiliki kesiapan yang prima dengan sering berlatih hingga bisa memiliki penampilan sempurna.

Berlatih menampilkan presentasi bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya di depan cermin, berlatih di hadapan teman-teman, merekam cara berpresentasi, serta melakukan reahearsal atau pengulangan.

“Dengan melakukan pengulangan berkali-kali bisa membuat presenter lebih rileks dan percaya diri menghadapi presentasi bisnis sesungguhnya,” katanya.

Share This:

Published by

Leave a Reply