Saya Pelaku Individualis, Kamu Apa?

Kalian suka merasa penasaran enggak sih dengan kepribadian yang kalian miliki? Kalau saya sih seringkali iya, sehingga suka iseng untuk ikut-ikut tes kepribadian. Tujuannya, ya cuma untuk sekadar tahu, syukur-syukur kalau di tes itu ada saran yang bisa diikuti.

Nah, tes kepribadian yang terakhir kali saya ikuti secara online adalah tes di http://www.ipersonic.net/index.html. Link tersebut saya dapatkan di halaman utama akun Facebook, karena beberapa orang teman saya juga sudah mencoba untuk mengikuti tes gratis tersebut.

Saya masih ingat, saya ikut tes tersebut pada tengah malam, di sela-sela mengerjakan kerjaan yang harus saya selesaikan pada pagi harinya. Tes-nya juga relatif mudah, kita hanya diminta untuk memilih satu dari dua kelompok pernyataan yang disediakan, dan membutuhkan empat kali jawaban.

Dari empat jawaban yang dipilih, kemudian akan dianalisa untuk dicocokkan dengan salah satu dari 16 tipe kepribadian yang ada, yakni idealis penyelaras, idealis terlibat, pemikir dinamis, pemikir pendobrak, idealis spontan, pelaku santai, realis sosial, realis bertekad, pelaku bersemangat, pelaku individualistis, pelaku peka, realis baik hati, realis terpercaya, pemikir mandiri, pemikir analitis dan idealis pemipi.

Setelah saya mengikuti tes, akhirnya saya diasosiasikan dengan pemilik tipe kepribadian pelaku individualis atau the individualistic doer. Karena penasaran, saya pun membaca penjelasannya hingga tuntas, dan lumayan tercengang ketika merasa 87,49% dari yang dipaparkan itu sangat `gue banget`.fbenid

Tipe Pelaku Individualistis adalah orang-orang yang yakin akan diri sendiri dan sangat mandiri. Mereka orang-orang yang pendiam dan realistis, sangat rasional, dan sangat tegas. Mereka memelihara individualisme mereka dan senang menerapkan kemampuan mereka pada tugas-tugas baru. Namun mereka juga adalah orang-orang yang sangat spontan dan impulsif yang suka mengikuti inspirasi sekonyong-konyong mereka.

Tipe Pelaku Individualistis adalah para pemerhati yang baik dan tajam yang menyerap segala sesuatu yang terjadi di sekitar mereka. Namun demikian, mereka tidak terlalu peka dalam hubungan antar manusia dan terkejut ketika sesekali membuat orang tersinggung dengan sikap blak-blakan dan lugas mereka. Mereka tidak terlalu menyukai kewajiban; namun jika Anda memberi mereka ruang, mereka adalah orang-orang yang sesungguhnya tidak rumit, mudah bergaul, dan periang.

Tipe Pelaku Individualistis menyukai tantangan – aksi dan hal-hal yang dianggap aneh adalah bagian dari kehidupan mereka. Mereka suka mencobai nasib dan banyak orang tipe ini memiliki hobi berisiko seperti skydiving atau bungee jumping. Ini juga berlaku pada kehidupan sehari-hari mereka.

Tipe Pelaku Individualistis mampu mengatasi situasi-situasi kritis; mereka dapat menangkap situasi, membuat keputusan, dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan sangat cepat. Hirarki dan otoritas tidak terlalu membuat mereka terkesan; jika seorang atasan tidak kompeten, mereka tidak akan terlalu menghormatinya.

Tipe Pelaku Individualistis suka menerima tanggung jawab. Mereka memiliki kepekaan terhadap realitas yang menonjol dan selalu menemukan solusi yang paling tepat dan praktis untuk sebuah masalah. Mereka melerai konflik secara terbuka dan langsung; di sini, kadang-kadang mereka tidak terlalu peka namun mereka sendiri juga dapat menerima kritik dengan sangat baik.

Sebagai teman, tipe Pelaku Individualistis setia dan penuh pengabdian; mereka hanya memiliki beberapa hubungan pertemanan namun banyak di antaranya berlanjut seumur hidup. Orang senang berbicara dengan mereka karena sikap optimis mereka dalam memandang kehidupan dan kemampuan mereka untuk mendengarkan. Namun demikian, mereka lebih suka membicarakan minat dan hobi yang sama ketimbang isu-isu teoritis atau filosofis – hal-hal itu tidak cukup nyata bagi mereka.

Mereka membutuhkan banyak kebebasan dan waktu bagi diri sendiri dalam hubungan asmara namun, pada saat bersamaan, mereka juga sangat toleran terhadap pasangan mereka. Sangat jarang tipe Pelaku Individualistis jatuh cinta hingga mabuk kepayang. Mereka terlalu rasional. Mereka lebih suka memilih pasangan berdasarkan kesamaan minat dan kegemaran yang ingin mereka bagi bersama pasangan tersebut.

Tipe Pelaku Individualistis tidak terlalu menyukai emosi yang meletup-letup. Mereka lebih suka membuktikan cinta mereka dengan tindakan dan mengharapkan hal yang sama dari pasangan mereka. Barangsiapa berharap mengikat diri dengan seorang Pelaku Individualistis membutuhkan banyak kesabaran. Butuh beberapa saat sebelum tipe kepribadian ini bersedia terlibat dengan orang lain.

Individualis, satu kata tersebut yang saya rasa sangat gue banget. Iya, saya lebih suka untuk melakukan segala sesuatu sendirian, mandiri. Seperti jalan-jalan sendiri, nonton film sendiri, dll. Tapi, bukan berarti saya tidak suka bersosialisasi. Toh, hingga saat ini saya masih sering obral-obrol hingga tengah malam di angkringan bersama teman-teman.

Dari penjelasan itu, saya coba untuk bercermin. Memilah mana yang baik, dan mana yang kurang baik sehingga harus diimprovisasi. Jadi, macam-macam tes kepribadian ini bagi saya bukan akhirnya tak sekadar iseng, tapi bisa jadi ajang refleksi diri. Hehe

Jadi, apa tipe kepribadianmu?

Share This:

Published by

Leave a Reply