Pentingnya Peran Mentor Saat Membangun Start-up

Mentor ibarat guru. Mereka adalah seseorang dengan pengalaman atau pengetahuan yang lebih banyak dan bersedia membantu para founder untuk mengembangkan bisnis.

Dalam proses mentorship yang terjadi adalah proses learning and development antara seseorang yang punya pengalaman lebih luas dengan seseorang yang ingin belajar. Dengan demikian seorang mentor bisa saja lebih tua atau muda tetapi memiliki keahlian dan pengalaman yang lebih banyak.

Luke Roush, Managing Principal Sovereign’s Capital, perusahaan Venture Capital asal Amerika, mengatakan pelaku usaha startup biasanya memiliki ide-ide yang tidak mudah untuk diwujudkan. Mentor memiliki peranan penting untuk membantu startup menghindari masalah dan memikirkan strategi yang perlu. “Mentorship bukan untuk mencari jawaban tetapi saran-saran,” ucapnya.

source: http://dab.25stories.org/256

Pendiri Arbor & Troy, Stephanie Hermawan, menceritakan bagaimana dia menyayangkan karena mendirikan perusahaan ritel di bidang furniture itu tanpa ada mentor khusus sejak 10 tahun lalu. Ketika mengisi acara Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI), dia mengatakan Arbor & Troy dirintisnya semata-mata karena mengikuti keinginan hati untuk berwirausaha.

“Saya merasa terlahir menjadi pelaku usaha. Namun saat mulai usaha bidang furniture dulu, kami hanya learning by doing sebab saya dan partner sama-sama tidak punya latar belakang di bidang furniture dan juga tidak punya mentor,” tuturnya.

Hingga sekarang, Stephanie mengaku tidak memiliki mentor spesifik. Yang menjadi mentornya adalah orang-orang yang ditemui sehari-hari. Dia menganggap semua orang, bahkan termasuk para penyapu jalanan, pasti memiliki sesuatu yang dapat dijadikan pelajaran bagi orang lain.

Walau demikian, dia sangat menganjurkan agar para founder dan pelaku usaha untuk memiliki mentor khusus. Manfaat mentorship tak hanya membantu pelaku usaha pemula untuk memulai bisnis tetapi juga menjalankannya.

Mentor yang baik adalah yang punya integritas tinggi, kompeten, pandai dan memiliki kepedulian. Mentor mampu membantu mengembangkan kapasitas diri sehingga mempercepat pelaku usaha dalam menumbuhkan usaha dan berekspansi.

“Kalau saja dulu saya mempunyai mentor khusus, saya yakin usaha ini akan jauh lebih baik,” tutur perempuan yang kini memutuskan menjadi mentor dan angel investor bagi bisnis di bidang sosial itu.

Bagi sebagian orang, mencari mentor yang baik bisa jadi menyulitkan. Mentor untuk bisnis startup pada dasarnya ada di mana-mana. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini sejumlah langkah yang dapat diterapkan untuk mencari mentor yang tepat:

  1. Manfaatkan lingkaran dekat

Mulailah mencari mentor dari lingkaran hubungan personal seperti keluarga dan teman-teman. Ayah ataupun sanak saudara yang lebih tua tentunya memiliki pengalaman dalam menghadapi tantangan yang bisa bermanfaat dalam perjalanan usaha Anda.

  1. Cari di internet

Cari organisasi yang memiliki misi sejalan dengan bisnis Anda dan cari tahu orang-orang yang kompeten, brilian, berintegritas dan berusia 15-20 tahun lebih tua di perusahaan tersebut. Anda juga dapat menemukan calon mentor di situs professional seperti Linkedin. Buat daftar 20 calon mentor potensial kemudian cari akses, nomor kontak, twitter  atau e-mailnya. Mulailah menghubungi mereka dengan target minimal mendapatkan dua dari 20 calon tersebut.

  1. Networking bisnis

Datangi event networking bisnis sebab di sana peluang untuk menemukan calon mentor akan semakin besar. Di acara demikian Anda dapat menemukan pemimpin bisnis yang berpotensi menjadi mentor untuk startup Anda.

  1. Universitas, tempat kerja dan komunitas

Selain tempat tersebut, masih ada tempat di mana Anda mudah mendapatkan mentor di lingkungan lain seperti universitas, tempat kerja dan komunitas. Tempat demikian menjadi gudang para akademisi dan praktisi yang berpengalaman.

Share This:

Published by

Leave a Reply