Pengalaman Berbelanja di Mataharimall.com

Berbelanja secara online melalui e-commerce memang tengah gandrung di masyarakat Indonesia. Dalam satu dekade terakhir, berbagai macam toko online terus bermunculan, salah satu yang paling mutakhir dan ngehits adalah mataharimall.com.

E-commerce besutan Lippo Group tersebut cukup menonjol karena mendapatkan suntikan dana yang sangat besar, belum lagi dengan bekingan salah satu konglomerat terkaya di Indonesia membuat e-commerce ini digadang-gadang menjadi toko online yang cukup prospektif.

Namun, bagi saya yang berperan sebagai user atau konsumen, seringkali tidak peduli dengan urusan dapur sebuah e-commerce, yang penting bagaimana bisa berbelanja dengan nyaman, hemat dan tanpa ribet.

Sebagai salah seorang online shopper yang cukup aktif, saya sudah menjajal berbagai e-commerce yang berkembang di Indonesia, mulai dari blibli.com, lazada.com, zalora.com, elevenia.com, dan berbagai e-commerce serta marketplace lainnya.

Nah, tak bisa dipungkiri, diskon atau voucher potongan harga merupakan godaan yang sangat menggiurkan bagi para penggemar belanja online, termasuk saya. Saat baru soft launching mataharimall.com, dengan serta merta saya langsung daftar newsletter, dengan harapan bisa mendapatkan voucher diskon.

Setelah melakukan konfirmasi email, akhirnya saya memang diganjar oleh voucher diskon sebesar Rp50.000, ya lumayanlah bisa dipake buat beli kaos satu potong. Namun, entah kenapa saat itu saya tak langsung menggunakannya, mungkin karena memang belum kepingin belanja.

Sampai akhirnya, Rabu (9/9/2015) saya pun tergiur untuk berbelanja dan menggunakan voucher diskon yang sudah saya miliki, apalagi pada September ini mataharimall.com sedang obral potongan harga besar-besaran.

Di sisi lain, saya sebenarnya memang sangat hobi berbelanja di Matahari Departement Store, karena selain harganya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan departement store lainnya, produk-produk Matahari mayoritas merupakan buatan dalam negeri, dengan kualitas yang tak kalah dengan produk impor.

Oh ya, saya masih ingat waktu pertama kali mencoba e-commerce mataharimall.com versi beta, saat itu tampilannya sudah cukup menarik, hanya saja kategorisasi produk masih amburadul. Hanya ada beberapa kategori besar, misalnya fashion dan elektronik, sehingga ketika saya ingin mencari rok perempuan, saya harus memilah dari tumpukan produk yang masuk kategori fashion, padahal di sana akan tercampur dari pakaian pria, wanita, anak-anak, atasan, bawahan, outerwear, dll. Pokoknya bikin ribet, karena itu akhirnya saya urung berbelanja.

selanjutnya: Pengalaman Berbelanja di Mataharimall.com

Share This:

Published by

Leave a Reply