Mewujudkan Mimpi di Theater of Dreams

Bagi penggemar sepak bola, berkunjung ke markas klub sepak bola kesayangan ibarat melaksanakan ibadah haji, belum lengkap rasanya menjadi fans berat jika belum pernah bertandang ke stadion kandang. Begitu pula saya yang menganggap diri saya sebagai pendukung Manchester United, merasa berkewajiban untuk bisa mengunjungi Stadion Old Trafford.

Pada pengujung tahun lalu, saya berkesempatan untuk mewujudkan salah satu mimpi masa kecil saya, yakni menginjakkan kaki di Theatre of Dreams. Tak hanya datang dan berkunjung, saya pun mengikuti Old Trafford Stadium Tour untuk melihat lebih dekat apa apa yang terjadi di balik layer stadion yang bekapasitas lebih dari 75.000 penonton itu.

Pada tur yang berdurasi sekitar 70 menit itu, saya beserta rombongan yang lain diajak mengelilingi stadion klub sepak bola terbesar di Inggris Raya. Dengan pemandu tur profesional, kami mendapatkan banyak asupan sejarah dan informasi terkait tempat-tempat yang kami datangi. Saat tur dimulai, pertama-tama kami diajak untuk duduk di bangku penonton di sisi Sir Alex Ferguson Stand yang berkapasitas 26.000 penonton.

Setelah itu, kami beranjak menuju ruang VIP. Konon, untuk tidak ada yang bisa datang ke tempat tersebut selain tamu yang mendapatkan undangan khusus. Di ruangan tersebut, para tamu undangan bisa menyantap hidangan dan duduk nyaman sambil menyaksikan pertandingan berlangsung.

Agar lebih intim dengan stadium kesayangan The Red Devils itu, kami pun diajak ke ruang ganti tuan rumah dan tamu. Di bagian Manchester United Dressing Room, kami bisa melihat jajaran seragam merah tergantung rapi dengan nama pemain berserta nomor punggungnya menghadap ke luar. Sedangkan di bagian Visitor Dressing Room, kami disuguhi seragam pemain bola legendaris dari berbagai klub, seperti Maldini saat membela Italia, Ryan Giggs saat membela Wales, David Beckham dan Cristiano di Real Madrid, hingga Lionel Messi saat mendukung Argentina.

Puas melihat bagaimana kondisi ruang ganti pemain, kami pun di ajak kembali ke dalam stadion. Kali ini di sisi yang berbeda dari sebelumnya. Dari sisi ini, kami bisa melihat tulisan MANCHESTER UNITED di bangku penonton dari jauh. Hal ini tentunya jadi momen berharga bagi para peserta tur untuk mengabadikan foto.

Agar pengalaman selama tur ini semakin tidak terlupakan, kami pun diajak menuju terowongan di mana para pemain sepak bola biasanya keluar menuju lapangan hijau. Kami dipersilakan untuk merasakan sensasi berjalan di terowongan tersebut dengan diiringi rekaman riuh rendah suara penonton yang menyambut pemain sepak bola andalannya merumput. Pengalaman tersebut benar-benar tidak akan terlupakan, karena membayangkan berada di posisi yang sama dengan para pemain sepak bola jagoan saya.

Untuk mengakhiri tur hari itu, kami diarahkan untuk mengunjungi Megastore, yakni toko suvenir orisinal Manchester United. Para pengunjung bisa menemukan berbagai macam merchandise mulai dari pin dan gantungan kunci, hingga jersey dan perlengkapan sepak bola. Tidak mau berbelanja di sana juga tidak masalah, karena setiap peserta tur akan tetap mendapatkan ‘oleh-oleh’ berupa sertifikat yang menyatakan bahwa kami sudah benar-benar mewujudkan mimpi kami dengan menginjakkan kaki di Theatre of Dreams.

Versi lain dari tulisan ini terbit di Harian Fajar (Makassar) rubrik Travelista edisi Minggu 23 Juli 2017.

Share This:

Published by

Leave a Reply