Merayakan Bon Jovi Kembali ke Jakarta

11 September 2015.

Akhirnya hari-H konser Bon Jovi tiba. Band yang lagunya sudah familier di telinga saya sejak belia datang ke Jakarta lagi setelah 20 tahun!

Jujur, saya tak perlu pikir panjang untuk membeli tiketnya saat pertama kali info tentang konser tersebut masuk ke telinga saya. Ya walaupun tetap memilih harga tiket yang paling sesuai dengan isi kocek, yakni tiket Upper Tribun yang harganya Rp500.000 plus pajak ini-itu jadi sekitar Rp650.000-an.

Karena tidak ingin kelewatan momen yang cukup bersejarah itu, di mana saya pun sudah berlatih keras dengan rajin nyanyi lagu Bon Jovi di karaokean, saya sudah standby di kawasan Gelora Bung Karno sejak sore. Kebetulan, siangnya juga ada liputan di JCC, jadi bisa sekalian.

Tidak banyak hal yang saya siapkan untuk menonton konser band legendaris favorit saya, almarhum bapak saya dan om saya itu. Hanya satu hal yang saya pikir penting dan tidak boleh ketinggalan, yaitu teropong binocular. Fungsinya buat ngintip pakdhe-pakdhe keren itu manggung, maklum posisi saya dengan panggung bagaikan punguk merindukan bulan.

Sekitar jam 17.30 WIB saya sudah masuk ke dalam Stadion GBK dan cuma cengo sekitar 1,5 jam, hingga pukul 19.00 WIB seseorang yang memanggil dirinya Sam Tsui tiba-tiba nyanyi-nyanyi di panggung sekitar 30 menit. Setelah itu, para penonton harus menunggu lagi sekitar 30 menit, hingga muncul sesosok penyanyi rok asal Indonesia, Judika yang membimbing kami menyanyikan lagu Indonesia Raya.DSCN0122

Kami pikir, Judika bakal ikut ngisi sebagai penampil pembuka seperti si Sam Tsui tadi, ternyata tidak. Dia hanya nyanyi satu lagu itu. Yasudah, akhirnya kami menunggu lagi, saya perkirakan Bon Jovi akan manggung sekitar pukul 21.00, berarti ada waktu sekitar satu jam untuk bengong lagi.

Ternyata, dugaan saya meleset, pada puku 20.30 WIB om-om Bon Jovi akhirnya muncul! Yeay! Stadion GBK mulai bergemuruh merayakan kedatangan  Jon, David Bryan, Matt O’ree, Phil X, dan Toco Torres di panggung. Mereka mengucapkan selamat malam lalu memulai dengan lagu pembuka berjudul That’s What The Water Made Me.

Awal-awal, sorak-sorai penonton masih sedikit tertahan. Entah karena lagunya yang kurang up beat, atau karena banyak yang kurang familier dengan lagu-lagu pembuka *termasuk saya, maklum penggemar lagu-lagu Bon Jovi angkatan lama*.

Menurut saya, suasana mulai memanas ketika Bon Jovi menyanyikan lagu favorit saya sepanjang masa: “YOU GIVE LOVE A BAD NAME” (see video). Saya sudah berlatih menyanyi lagu itu selama berbulan-bulan, hingga terakhir mendapatkan skor 99 saat karaoke di Inul Vizta *bangga*.

Selanjutnya, band asal Amerika tersebut secara konsisten dan energik membawakan lagu-lagu mereka dari berbagai album yang sudah dirilis, dan zaman baheula hingga lagu yang diklaim baru pertama kali dinyanyikan saat konser, yakni “We Don’t Run”.

Sepanjang berjalannya konser, saya tak bisa melepaskan pandangan dari panggung, layar super besar dan terkadang mengintip teropong saya. Seakan tak ingin kelewatan satu momen pun memandang para om-om kece itu, duh apalagi saat lihat Om Jon tersenyum bikin saya meleleh.

Hampir selama dua jam, empat pria yang sudah tidak muda lagi itu terus menghibur penonton tanpa henti. Bahkan mereka terus melakukan atraksi dengan goyangan dan gerakan senam ala Jon :D. Luar biasa memang stamina mereka, padahal saya yang nonton aja sudah capek bingits.

Sekitar pukul 22.30 dan setelah membawakan 20 lagu, akhirnya konser Bon Jovi Live at Jakarta usai sudah. Teriakan ‘we want more’ dari seluruh penjuru stadion terus bergema, menandakan para penonton tidak rela band idola mereka menandaskan penampilannya.

Tapi mau tidak mau, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Konser malam itu pun tunai dan sepertinya berhasil mengukir kepuasan di hati setiap para pecinta Bon Jovi. Terima kasih banyak om-om kece, tetap sehat ya, selamat konser muter-muter Asia. Jangan lupa mampir ke Jakarta lagi dalam waktu dekat.

Sun sayang dari saya. :*

Share This:

Published by

3 Replies to “Merayakan Bon Jovi Kembali ke Jakarta

Leave a Reply