Menziarahi Kampung Halaman Shakespeare

Jika Anda diminta untuk menyebutkan beberapa tokoh sastra dunia, mungkin nama William Shakespeare akan menjadi salah satu jawabannya. Jika tidak, mayoritas orang pasti pernah mendengar ‘Romeo dan Juliet’ kisah tragedi terkenal yang merupakan karya penulis Inggris tersebut.

Tak hanya karya-karyanya yang terus dikenang oleh para pecinta dan penikmat sastra, kampung halaman Shakespeare pun saat ini menjadi salah satu tujuan wisata di Inggris yang sayang jika dilewatkan.

Stratford-upon-Avon

Shakespeare dilahirkan dan dimakamkan di Stratford-upon-Avon, kota kecil di wilayah Warwickshire. Berjarak sekitar 100 mil dari London yang bisa ditempuh dalam waktu dua jam perjalanan, atau hanya 40 menit perjalanan jika dijangkau dari Birmingham.

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di kota ini, suasana asri dan ‘Shakesperian’ sudah sangat terasa. Figur Shakespeare dalam bentuk patung atau gambar, serta beberapa potongan kalimat dari karyanya dapat dengan mudah ditemukan. Selain itu, dengan tiap sudut yang didominasi oleh bangunan bergaya Tudor, membuat para pengunjung seakan berkelana ke tahun 1500-an.

Di depan tempat lahir Shakespeare

Penjelajahan di kampung halaman Shakespeare ini dapat dilakukan hanya dengan berjalan kaki dan membutuhkan waktu sekitar dua jam. Para penziarah dapat memulai dengan mendatangi Henley Street, salah satu jalanan tertua di kota tersebut. Di sana berdiri sebuah rumah yang diyakini sebagai tempat lahir Shakespeare.

Rumah tersebut telah disulap menjadi museum. Untuk masuk ke dalam, setiap pengunjung harus membeli tiket terusan yang juga berlaku untuk mengunjungi tempat lainnya seperti Shakespeare’s New Place, Anne Hathaway’s Cottage atau rumah istri Shakespeare, serta Mary Arden’s Farm atau kebun ibu Shakespeare.

Setelah dari Shakespeare’s Birthplace, perjalanan dilanjutkan ke arah sungai Avon. Di sepanjang jalan, dengan mudah dapat ditemukan kafe-kafe dan kedai teh yang cocok dikunjungi untuk menikmati suguhan bergaya Inggris.

Setelah sampai ke pinggiran sungai Avon, petualangan dilanjutkan ke arah The Royal Shakespeare Theatre. Di gedung teater ini, karya-karya Sang Penyair dimainkan secara berkala. Jadi, bagi yang ingin melihat bagaimana tokoh-tokoh yang diciptakan oleh Shakespeare hidup, maka wajib untuk memesan tempat untuk pertunjukan di sini.

Tak jauh dari gedung tempat pertunjukan, Gereja Holy Trinity sudah terlihat. Gereja ini merupakan tempat di mana Shakespeare kecil dibaptis, dan kemudian dimakamkan. Pengunjung akan disambut oleh puluhan nisan yang tersebar di pekarangan gereja, tetapi jangan salah kira, makam Shakespeare tidak ada di antaranya, melainkan ditempatkan di dalam gereja bersama makam istri, anak pertamanya, serta menantunya.

Holy Trinity Church

Siapa saja bebas untuk masuk ke dalam gereja untuk tujuan wisata, selama tidak ada peribadatan yang tengah berlangsung. Untuk mendekat ke makam Shakespeare, pengunjung diharapkan untuk berdonasi sebesar £3 dan akan mendapatkan selebaran yang berisi informasi terkait gereja serta kisah singkat kehidupan Shakespeare.

Makam keluarga Shakespeare berada tepat di bawah altar. Di sana terdapat figura yang bertuliskan ‘The Grave of the Poet William Shakespeare 1564-1616” sebagai penanda di mana persisnya jasad Shakespeare disemayamkan.

Makam Shakespeare

Share This:

Published by

Leave a Reply