Menjajal Ketangguhan Consina Portage 40 di Semeru

Produk Consina terbaru yang saya miliki, sekaligus menjadi favorit adalah backpack seri Portage 40 berwarna biru. Tas tersebut sengaja saya beli untuk menggantikan carrier saya yang hancur saat melakukan pendakian Gunung Cikurai pada tahun lalu.

Saat pertama kali melihat tas itu di salah satu toko perlengkapan outdoor di Cianjur, saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Selain warnanya yang elegan, ukurannya juga pas untuk badan saya yang tidak besar.

portage40Keyakinan saya untuk memilih tas itu juga semakin bertambah saat mencermati lebih dekat fitur-fitur yang ditawarkan ransel dengan ukuran volume 40 liter itu. Sepertinya, apa yang selama ini saya butuhkan dari sebuah ransel bisa sekaligus saya dapatkan dari tas buatan Consina itu.

Selain menggunakan teknologi Air Cooling System yang membuat punggung terasa lebih nyaman saat menggendong beban berat, fitur lainnya yang menjadi favorit bagi saya adalah adanya resleting frontloader, yang memungkinkan untuk memasukkan barang dari depan.

Kenapa front loader menjadi favorit? Karena selama ini saya selalu merasakan kesusahpayahan saat melakukan packing dengan tas-tas toploader, apalagi jika diameter silinder tasnya sangat sempit, membuat proses penataan barang menjadi tidak leluasa.

image

Selain itu, adanya kantong kecil pada strap pinggang juga bisa menjadi shortcut untuk menyimpan barang-barang yang sering digunakan dan darurat selama perjalanan, seperti Tolakangin, permen dan kayu putih.

Ketika mencoba untuk mengenakannya, ukuran tas tidak melebihi lebar badan dan tinggi kepala, sehingga tidak mengganggu gerak badan. Sayangnya, ukuran torso tas terlalu panjang, sehingga strap tidak menempel dengan bahu, hal itu memang sedikit mengganggu.

Setelah perkenalan pertama itu, tak pikir panjang saya langsung membawanya pulang dan segera saya gunakan untuk pendakian selanjutnya ke Gunung Semeru pada akhir 2014.

Tak berselang lama, waktu yang ditunggu-tunggu untuk menjejakkan kaki di tempat berkumpulnya para dewa datang juga. Dengan semangat 45, saya mengemasi seluruh peralatan pendakian yang saya butuhkan.

Saat itu, saya berangkat dengan dua rekan laki-laki saya. Kami berkumpul di Solo untuk menuju Malang menggunakan travel. Di Malang, kami menyewa beberapa perlengkapan pendakian yang dirasa tidak efisien jika dibawa dari Jakarta.

Setelah peralatan lengkap, pembagian barang bawaan pun di mulai. Kedua rekan saya masing-masing membawa tas berukuran 80 liter dan 40 liter. Tas paling besar diisi oleh frame tenda, peralatan memasak, sleeping bag dan sandal. Tas kedua mayoritas diisi oleh perlengkapan logistik. Mereka juga masing-masing membawa 2 botol air 1,5 liter.

Sementara itu, saya kebagian untuk membawa tenda, perlengkapan pribadi dan tiga botol air. Semua benda itu masuk dan tertata rapi dalam tas Portage 40. Urusan beratnya? Jangan ditanya. 3 botol air itu benar-benar sangat menyiksa. ๐Ÿ™

Pendakian pun dimulai. Kebetulan akhir tahun memang musimnya hujan. Kami sudah siap untuk basah-basahan, dan saya tetap tenang karena semua barang bawaan bisa terlindungi dengan bag cover yang sudah tersedia dalam tas Consina yang saya miliki.

Selama melakukan pendakian 3 hari 2 malam, saya merasa beban yang saya gendong bisa terdistribusi dengan baik di bagian punggung dan bahu, sehingga tidak terlalu membuat bahu saya kesakitan.

Sayangnya, tas memang beberapa kali bergeser ke kanan atau kekiri ketika saya sedikit bermanuver menghindari rintangan di jalan. Hal itu disebabkan ukuran torso yang tidak pas, seperti yang sudah saya jelaskan di awal.

Selain itu, kantong di kanan dan kiri yang berbeda (yang satu berupa jaring untuk memasukan benda lebih mudah dari luar, satunya ruangan yang ditutup dengan resleting), juga membuat penyimpanan barang agak kurang seimbang, karena saya hanya bisa menyimpan botol air 1,5 liter di satu sisi saja.

Meski demikian, perjalanan yang saya lakukan dengan membawa beban cukup berat bisa dilalui dengan relatif mudah karena bantuan tas yang saya pakai. Secara keseluruhan saya cukup puas dengan produk keluaran Consina itu, tentunya dengan beberapa keluhan yang semoga bisa diimprovisasi ke depannya (dengan menyediakan ukuran torso yang fleksibel).

Good Job for Consina!

 

Share This:

Published by

3 Replies to “Menjajal Ketangguhan Consina Portage 40 di Semeru

Leave a Reply