Mengunjungi Surga di Kaki Gunung Gede

If paradise still exists on earth, then Cibodas must have been part of it. – Frits Warmolt Went (1903-1990).

Kebun Raya Cibodas (KRC) merupakan salah satu tempat favorit untuk menghabiskan liburan. Dengan suasana yang hijau dan sejuk mampu membuat badan dan pikiran menjadi lebih rileks, apalagi untuk para pekerja yang tiap harinya bergelut dengan polusi dan kemacetan Ibu Kota.

Lokasi Kebun Raya Cibodas – LIPI berada di kaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango berjarak ±100 KM dari Jakarta dan ± 80 KM dari Bandung. Berada pada ketinggian kurang lebih 1.300 – 1.425 meter di atas permukaan laut dengan luas 84,99 hektar. Temperatur rata-rata 20,06 °C, kelembaban 80,82 % dan rata-rata curah hujan 2.950 mm per tahun.

Kebun Raya Cibodas merupakan tempat yang nyaman untuk beristirahat sambil menikmati keindahan berbagai jenis tumbuhan yang berasal dari Indonesia dan negara-negara lain. Tak hanya sebagai tempat melepas lelah, Kebun Raya Cibodas juga bisa dijadikan tempat rujukan untuk belajar dan penelitian mengenai ekosistem tumbuhan tropis. Kalau tidak salah, Cibodas memiliki ekosistem lumut-lumutan terbesar dan terbanyak di dunia.DSC09479

KRC didirikan pada tanggal 11 April 1852 oleh Johannes Ellias Teijsmann, seorang kurator Kebun Raya Bogor pada waktu itu, dengan nama Bergtuin te Tjibodas (Kebun Pegunungan Cibodas). Pada awalnya dimaksudkan sebagai tempat aklimatisasi jenis-jenis tumbuhan asal luar negeri yang mempunyai nilai penting dan ekonomi yang tinggi, salah satunya adalah Pohon Kina (Cinchona calisaya). Kemudian berkembang menjadi bagian dari Kebun Raya Bogor dengan nama Cabang Balai Kebun Raya Cibodas.

Mulai tahun 2003 status Kebun Raya Cibodas menjadi lebih mandiri sebagai Unit Pelaksana Teknis Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas di bawah Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor dalam kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Untuk menuju KRC, pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi langsung masuk ke area, atau menggunakan kendaraan umum sampai gerbang masuk utama. Harga tiketnya Rp9.000 perorang, jika rombongan ada diskon. Ada biaya tambahan dikenakan jika pengunjung membawa masuk mobil dan motor. Hanya sayang, pembawa sepeda motor tidak bisa masuk saat hari libur. Alasannya, banyak kejadian kehilangan motor saat KRC sedang rame-ramenya.

Bagi pengguna kendaraan pribadi bisa dengan mudah mengelilingi setiap sudut KRC, tapi bagaimana dengan yang menggunakan kendaraan umum? Anda bisa berjalan kaki santai sambil menikmati keindahan alam, tapi saya tidak yakin semua tempat bisa dicapai, pasalnya KRC luas pake banget.

Untungnya, mulai 2013 pengelola sudah menyediakan kereta yang bisa digunakan untuk mengelilingi KRC. Pengungjung di atas umur 2 tahun hanya dikenai tarif Rp5.000 untuk perjalanan sekitar 15 menit. Menurut saya biaya segitu sangat murah dibandingkan dengan pemandangan yang akan disuguhkan.

cibodas

Salah satu spot yang paling menarik di KRC adalah taman sakura dan bukit teletubbies. Di taman sakura, saat musim semi Anda bisa menikmati bunga khas Jepang itu bermekaran, di tambah dengan aliran sungai yang dibentuk sedemikian rupa membuat pemandangan menjadi lebih cantik. Sedangkan bukit teletubbies merupakan ruang terbuka hijau yang sangat luas dengan kontur tanah berbukit-bukit mirip di acara anak-anak teletubbies 😀

Selain itu, pengelola juga menyediakan guest house bagi pengunjung yang ingin menikmati KRC di malam hari. Bagi penyuka tantangan, ada juga fasilitas outbound yang cukup menguji adrenalin.

Oh ya, bagi yang berencana menuju KRC pada akhir pekan, bersiap-siap untuk menghadapi kemacetan. Pasalnya jalan Jakarta-Puncak-Cianjur diberlakukan sistem buka tutup. Jadi jika Anda sedang sial dan kebagian jalan yang ditutup, setidaknya Anda harus menunggu sekitar 1 jam hingga jalan dibuka. Tapi, saya yakin setelah sampai KRC, kekesalan karena jalan ditutup akan langsung sirna karena Anda terhipnotis hijaunya daun dan rumput di surga di kaki gunung gede tersebut 🙂

 

source: www.krcibodas.lipi.go.id

Share This:

Published by

Leave a Reply