Mencermati dan Menganalisis Infografik Ala Media Online di Indonesia

Dalam satu dekade terakhir, infografik menjadi media baru yang populer untuk mengomunikasikan informasi terhadap khalayak. Hal ini juga secara cepat diadopsi oleh media massa untuk memperkaya artikel dan berita yang dipublikasikan, fungsinya untuk menarik perhatian pembaca sekaligus memberikan ulasan yang lebih singkat dan efektif.

Media massa kemudian berlomba-lomba untuk menyajikan infografik dengan cakupan informasi yang beragam, mulai dari berita olahraga, sains, ekonomi, hingga politik. Hanya saja, beberapa infografik yang diproduksi masih sebatas membuat gambar yang rupawan dengan mencomot beberapa informasi dari data ataupun artikel sekadarnya. Sehingga hal itu belum benar-benar menerapkan kaidah infografik dan memerhatikan faktor kegunaan (usability).

Untuk melihat kualitas infografik di media di Indonesia, penulis mencoba untuk membandingkan infografik dengan tema serupa yang diproduksi oleh beberapa media massa. Tulisan ini akan membandingkan dan mengevaluasi infografik dari berbagai sisi, mulai dari komponen penyusun infografik, konteks, aspek visual, hingga faktor kegunaannya.

***

baca dan unduh laporan lengkap di sini

Untuk mengevaluasi masing-masing infografik, akan diajukan 27 butir pernyataan yang terkait dengan komponen-komponen infografik, yakni data, tujuan, sumber, warna, teks, desain, diagram dan bagan, dan estetika secara keseluruhan (tabel 1). Pernyataan-pernyataan yang diajukan diadaptasi dari panduan infografik yang disusun oleh Siricharoen dan Siricharoen (2015) dalam risetnya How Infographic should be evaluated?

Setiap pernyataan yang terpenuhi oleh masing-masing infografik akan diberi bobot 1, dan diberi poin 0.5 jika komponen tersebut tidak sepenuhnya dipenuhi oleh infografik. Pada akhir penilaian, seluruh poin akan dikalkulasikan untuk melihat infografik mana yang memiliki nilai tertinggi.

 

Tabel 1 Komponen Penilaian

No Komponen Penilaian
1 data data yang disajikan membuat informasi mudah dipahami
2 data mendukung argumen utama secara langsung
3 tujuan alasan dibuatnya infografik jelas lewat judul dan pengantar
4 informasi dan data yang disajikan bermakna dan bermanfaat
5 infografik mudah dipahami dan memberikan pengetahuan
6 sumber sumber berasal dari tempat yang kredibel
7 mudah untuk menelusuri dari mana asal data dan informasi
8 sitasi sumber yang konsisten
9 alur alur dengan mudah diikuti oleh mata
10 data dan informasi terorganisasi dan terhubung dengan jelas
11 warna penggunaan yang menarik dan saling melengkapi
12 digunakan secara konsisten
13 meningkatkan alur dan daya tarik visual
14 warna yang digunakan meningkatkan persepsi pembaca
15 teks penggunaan font yang konsisten
16 menggambarkan data, grafik, dan gambar dengan jelas
17 digunakan untuk menjelaskan informasi yang relevan
18 tidak ada kesalahan ejaan atau tatabahasa
19 tulisan mudah dibaca (ukuran dan warna teks)
20 desain desain tidak menganggu pembaca dalam menangkap informasi
21 ruang infografik digunakan secara efektif
22 diagram dan bagan mendukung konten dan tema infografik
23 dipilih secara tepat untuk mewakili data
24 membuat data mudah dipahami
25 estetika menarik dan melibatkan pembaca
26 bekerja dengan baik pada berbagai platform media sosial
27 presentasi dan nuansa yang ditampilkan menarik secara keseluruhan

baca dan unduh laporan lengkap di sini

Metode Evaluasi

Dalam analisis ini, penulis memilih dua tema dengan masing-masing empat produk infografik dari empat media online yang berbeda. Tema A terkait keterlibatan konglomerat di Indonesia dalam industri digital, sedangkan tema B terkait pelemahan mata uang di negara berkembang.

Keempat infografik untuk tema A antara lain:

  1. “Konglomerat Merambah Pasar Digital” – Katadata.co.id (Gambar 1)
  2. “Bisnis E-Commerce Konglomerat Indonesia” – Tirto.id (Gambar 2)
  3. “Konglomerat Pemain Bisnis E-Commerce” – Alinea.id (Gambar 3)
  4. “7 Konglomerat yang Berkecimpung Bisnis E-Commerce” – Jitunews.com (Gambar 4).
Gambar 1
Gambar 2
Gambar 3
Gambar 4

Sementara itu, empat infografik untuk tema B adalah:

  1. “Benarkah Rupiah Melemah Terparah se-ASEAN” – CNBC Indonesia (Gambar 5)
  2. “Dolar AS Tak Hanya Tekan Rupiah” – Liputan6.com (Gambar 6)
  3. “Rupiah Melemah Tapi Bukan Terparah” – Katadata.co.id (Gambar 7)
  4. “Benarkah Pelemahan Rupiah Teburuk?” – Finansianews.com (Gambar 8)
Gambar 5
Gambar 7
Gambar 6
Gambar 8
Kesimpulan

Hingga saat ini, mayoritas portal berita online telah memanfaatkan infografik sebagai produk yang memudahkan pembaca dalam memahami isu yang diangkat. Infografik bisa menjadi produk mandiri atau menjadi pelengkap dan ilustrasi dari tulisan utama.

Secara umum, informasi dalam infografik yang dihasilkan oleh media di Indonesia dapat diterima oleh pembaca, hanya saja masih ada beberapa poin penting yang belum diterapkan secara konsisten dalam proses produksi dan desain infografik, seperti pencantuman sumber yang mudah dilacak oleh pembaca.

Lebih jauh, penggunaan diagram dan bagan juga harus diperhatikan untuk data-data yang perlu ditampilkan agar lebih mudah dipahami pembaca. Pemanfaatan aksesori desain juga perlu direncanakan lebih baik agar tidak menganggu fokus pembaca terhadap informasi yang disampaikan atau membuat data menjadi salah dipahami.

baca dan unduh laporan lengkap di sini

Share This:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.