Kisah Tentang Burung yang Tertidur Panjang

12029665_10207782488868843_99622260905831125_oSetelah sekian lama, akhirnya bisa membaca dan menyelesaikan karya Eka Kurniawan. Ini karyanya yang ketiga yang saya baca setelah Corat-coret di Toilet dan Cantik itu Luka. Hampir sama seperti dua karyanya itu, Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas memberikan saya perspektif baru terhadap gaya bahasa dan diksi.

Eka selalu memberikan kesan yang lugas, serta narasi dan deskripsi yang detail, sehingga berhasil menghadirkan pembacanya untuk menyaksikan langsung cerita yang ditulisnya.
Jalan cerita buku ini juga membuat saya berdecak, karena alur yang disusun cerdik maju-mundur, penokohan yang kuat, serta dialog yang menarik. Ada satu kata yang bisa menggambarkan keseluruhan isi novel ini: menegangkan.

Tak heran jika keterangan untuk buku ini adalah 21+, alias novel untuk dewasa. Karena banyak sekali kata-kata vulgar dan adegan seks yang sangat gamblang. Selain itu, banyak juga penggambaran kekerasan mulai dari berkelahi hingga saling membunuh.

Buku ini sebenarnya mengisahkan tentang seorang pria bernama Ajo Kawir yang tititnya tidak mau berdiri semenjak dia diancam oleh dua orang oknum polisi yang memerkosa seorang janda gila. Ajo dipaksa untuk memerkosa juga, tetapi saat itu tiba-tiba tititnya menciut, padahal sebelumnya dia merupakan pria yang penuh hasrat.

Sejak saat itu, Ajo sekali tidak bisa melampiaskan hasrat sex-nya, sehingga menjadikan kekerasan sebagai pelariannya. Dia bersama karibnya Si Tokek kemudian terkenal sebagai `jagoan` yang pandai berkelahi, hingga mampu membunuh seorang yang paling ditakuti bernama Si Macan.

Di tengah-tengah perjalanan hidupnya, dia jatuh cinta kepada seorang pendekar wanita bernama Iteung. Akhirnya mereka menikah meskipun awalnya Ajo menolak karena merasa tidak akan bisa membahagiakan Iteung dalam urusan kebutuhan biologis.

Hingga suatu masa Iteung ketahuan berselingkuh dan memiliki anak dari teman seperguruannya bernama Budi Baik. Sejak saat itu Ajo kabur dari kampung dan dijebloskan ke dalam penjara. Selama di penjara itu, Ajo belajar menahan api amarahnya dan dia berubah menjadi orang yang sangat tenang seperti burungnya yang selalu damai dalam tidurnya.

Setelah keluar dari penjara, Ajo menjalani profesi sebagai sopir truk yang sering mengantarkan barang lintas provinsi hingga lintas pulau. Dalam beberapa bulan terakhir dia ditemani seorang kenek bernama Mono Ompong, seorang remaja yang gejolaknya masih meletup-letup.

Selama menjalani pekerjaannya sebagai sopir tersebut, Ajo dan Mono mengalami banyak peristiwa hingga akhirnya Mono harus tumbang setelah menang berduel dengan Si Kumbang, seorang sopir truk lainnya yang terkenal sering cari masalah.

Karena tidak bisa menemani Ajo dalam perjalanan, akhirnya posisi kenek digantikan oleh Jelita, seorang perempuan yang digambarkan tidak rupawan yang ketahuan menjadi penumpang gelap di truk beberapa hari sebelumnya.

Saat bersama Jelita itu lah, diam-diam hasrat Ajo terhadap sex kembali muncul, dan hingga pada suatu ketika Jelita menggoda Ajo dan mereka pun berhubungan badan di dalam toilet pom bensin. Saat itulah, pertama kalinya dalam puluhan tahun, burung Ajo Kawir akhirnya terbangun dari tidur panjangnya.

Bukan sekadar mengekspos kekerasan dan seks, novel ini sebenarnya menyiratkan hal-hal yang kontemplatif, misalnya di tengah kehidupan yang keras dan brutal, si burung tidur merupakan alegori tentang kehidupan yang tenang dan damai, meskipun semua orang berusaha membangunkannya.

Link resensi lainnya: http://ekakurniawan.com/books/seperti-dendam-rindu-harus-dibayar-tuntas
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar TuntasSeperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas by Eka Kurniawan
My rating: 4 of 5 stars

Setelah sekian lama, akhirnya bisa membaca dan menyelesaikan karya Eka Kurniawan. Ini karyanya yang ketiga yang saya baca setelah Corat-coret di Toilet dan Cantik itu Luka. Hampir sama seperti dua karyanya itu, Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas memberikan saya perspektif baru terhadap gaya bahasa dan diksi.
View all my reviews

Share This:

Published by

Leave a Reply