Kisah-kisah Sendu Bagi Para Kekasih

image

Hampir tiap bulan saya selalu mengalokasikan dana untuk membeli buku baru. Biasanya dua eksemplar. Satu buku kumpulan cerpen satu lagi novel yang tak terlalu tebal.

Namun, dalam dua bulan terakhir, saya absen menjalani ritual beli buku tersebut. Entah karena sok sibuk, atau karena memang kehilangan minat sebab masih banyak buku-buku baru menumpuk yang bahkan belum sempat dibuka segelnya.

Sampai akhirnya pada pekan ini, secara tak sengaja saya terdampar di salah satu toko buku di salah satu mal di selatan Jakarta. Sebuah buku berlatar putih, dengan font judul menyerupai hiragana menyapa saya.

“Cerita Buat Para Kekasih” judulnya saja sudah membuat saya tergoda, apalagi ketika melihat nama penulisnya: Agus Noor. Nama yang sangat familier bagi pecinta Kumpulan Cerpen Terbaik Kompas.

Dengan harga Rp49.000, saya dapat membawa satu buah eksemplar buku itu keluar dari tumpukan buku-buku lainnya. Sebenarnya, hal yang lebih menarik dari sekadar judul dan pengarangnya adalah cuplikan di bagian belakang buku itu sendiri.

Tulisan di cover belakang buku itu seakan mengantarkan saya pada sebuah fragmen dari kenangan masa lalu yang sempat saya alami, yang tentunya hanya bisa dipahami oleh saya sendiri.

“Di antara para kekasihku, hanya kamu yang suka bercerita,” katamu.
“Rasanya belum tercatat di Guinness Book of World Records siapa yang paling banyak bercerita dalam satu malam. Ratu Syaharazad, hanya menceritakan satu cerita dalam satu malam…”
“Berapa records-ku?”
“Dua belas cerita dalam satu malam…”
Aku tertawa.
“Kenapa?”
“Itu melampaui jumlah pacar-pacarku…”
“Tapi jauh lebih sedikit dibanding bualanmu!”

***

Seorang kekasih bercerita tentang seekor gagak yang lahir dari hati perempuan yang dibakar. Ia berkisah tentang teka-teki kematian yang tak terpecahkan. Juga tentang kota yang semua penduduknya buta! Lalu tentang ribuan ulat bulu yang muncul dari kebencian, tentang kunang-kunang kuning kemilau, dan seorang lelaki yang hidup dengan istri yang diawetkan dalam akuarium.

Apa pun yang diceritakan itu, dongeng penuh keajaiban, gosip atau bualan, selalu membuat tertegun di akhir kisah. Bukankah semua kisah yang datang dari kekasih akan selalu terdengar indah?

Buku yang berisi kumpulan lebih dari 32 judul cerita pendek dan cerita sangat pendek tersebut mayoritas bernuansa sendu. Bercerita tentang kesedihan, kesepian dan misteri yang disisipi kisah-kisah satir tentang politik khas para aktivis. Cocok bagi penggemar cerita thriller yang tak gentar membaca uraian bagaimana seseorang dicongkel matanya, dikuliti kepalanya, diseret dan dihabisi dengan berondongan ribuan peluru.

Atau, bagi penyuka romantisme, kisah tentang percintaan juga hadir, tentang pernikahan dan perselingkuhan. Juga tentang mimpi dan keajaiban bagaimana sebuah kesedihan bisa menjadi indah karena berubah jadi kunang-kunang.

Beberapa cerita dibalut dengan bumbu horor, ada juga yang sangat vulgar mengekspos perihal persetubuhan. Lainnya, dibungkus kata-kata indah yang sanggup membangkitkan kenangan, dan humor sederhana yang memaksa pembaca menyunggingkan senyum.

Semuanya disajikan dengan gaya bahasa yang lugas, dengan alur cerita yang tak terduga hingga menggoncangkan pikiran dan mampu mengaduk perasaan. Yang sedih jadi teramat sedih, yang ceria teramat membahagiakan.

Salah dua cerita favorit saya adalah yang berjudul Gerimis dalam E Minor dan Matinya Seorang Demonstran. Ceritanya cenderung lebih ringan dibandingkan yang lain, serta tanpa adanya penggambaran yang menakutnya, menyeramkan atau menjijikan, bahkan cenderung santai meskipun memiliki banyak nilai dan pesan yang bisa dikantongi.

Kalau boleh memberi penilaian dengan preferensi pribadi saya yang awam atas karya sastra, bolehlah saya beri nilai buku ini di angka 8.2 dari batas atas 10. Alasannya tidak 10, karena ada beberapa cerita yang tidak cocok untuk saya, terutama yang berbumbu horor, sedangkan cerita lainnya sukses bergelantungan di ingatan.

Pesan bagi calon pembaca, menurut saya, buku ini tidak cocok disajikan sebagai dongenh pengantar tidur, terutama bagi yang mudah bermimpi buruk. #CeritaBuatParaKekasih

Karet Tengsin, 22 November 2014
Pada akhir pekan yang tak hanya dihabiskan di atas kasur

Share This:

Published by

1 Reply to “Kisah-kisah Sendu Bagi Para Kekasih

Leave a Reply