Jalan Panjang Merintis Media Online Pers Kampus

Perkembangan teknologi adalah sebuah keniscayaan yang harus diadaptasi, termasuk dalam dunia pers kampus. Sedikit banyak, kehidupan pers di kampus mengikuti pola perkembangan pers profesional, termasuk dalam urusan pemanfaatan teknologi informasi.

Perkembangan media daring Indonesia terekam dalam publikasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, berjudul Media Online: Pembaca, Laba, dan Etika yang ditulis kedua awaknya, J. Heru Margianto dan Asep Syaefullah.

Dalam publikasi itu disebutkan, media pertama yang tercatat hadir di internet adalah Republika Online (ROL – republika.co.id). Menurut laman profilnya, media ini tayang dua tahun setelah Harian Republika terbit, tepatnya pada 17 Agustus 1995.

Tak lama setelahnya, Kompas versi internet diperkenalkan dengan nama Kompas Online (kompas.co.id), pada 14 September 1995. Menurut penjelasan di laman situs tersebut, Kompas Online pada awalnya hanya berperan sebagai edisi internet dari Harian Kompas. Barulah pada 1998, Kompas Online berubah menjadi Kompas.com.

Di antara periode tersebut, sebenarnya ada pula media-media daring lain yang sempat terbit. Di antaranya adalah Bisnis Indonesia yang online pada 2 September 1996, dan Harian Waspada di Sumatera Utara yang meluncurkan Waspada Online (waspada.co.id) pada 11 Juli 1997. Lalu pada 1998, lahirlah Detikcom. (sumber)

Sekarang, seiring dengan semakin mutakhirnya teknologi informasi serta semakin masifnya penetrasi internet di tanah air, media online semakin subur bak jamur di musim penghujan dengan cakupan pembaruan konten yang lebih cepat dan real time.

Sekitar dua windu yang lalu, LPM Pabelan juga telah peka terhadap perkembangan teknologi dan sadar akan pentingnya media online yang menjadi masa depan media massa. Untuk itu, sebuah homepage yang mengunggah artikel terkait dinamika mahasiswa pun diciptakan dengan domain pabelanpos.com pada awal 2000-an (sekarang masih bisa diakses di pabelan.s5.com).

Portal tersebut bertahan beberapa tahun, sebelum akhirnya vakum dan kemudian digiatkan lagi pada 2008 melalui blog pabelannews.wordpress.com. Media online berbentuk blog ini berfungsi untuk mewadahi berita-berita cetak di Koran Pabelan agar bisa diakses oleh lebih banyak pembaca.

Dengan semakin maraknya portal berita online yang bermunculan, LPM Pabelan pun tidak ingin menyia-nyiakan tren positif tersebut. Lantas, pada Musyawarah Kerja XXV dihadirkanlah satu jabatan baru di jajaran pimpinan terbatas, yakni Pemimpin Redaksi Online yang bertugas untuk membangun dan mengembangkan portal berita online pada kepengurusan 2008/2009.

Pada saat itu, saya yang memiliki latar belakang pendidikan sebagai mahasiswa Teknik Informatika didaulat untuk membidani lahirnya media ke-empat LPM Pabelan. Saat memulai kembali membangun media online, saya sadar beberapa kendala langsung mengadang di depan mata. Yang paling kentara adalah sulitnya mencari referensi portal pers kampus yang ideal, karena kala itu, pers kampus yang telah merambah dunia online masih bisa dihitung dengan jari.

Untuk itu, pembangunan pabelan-online.com benar-benar dibuat dari nol. Mulai dari perancangan konsep dan grand design media online pers kampus, hingga alur dan prosedur teknis keredaksian. Penciptaan konsep ini juga diharapkan bisa menjadi role model bagi media online pers kampus lainnya.

Untuk menyusun konsep tersebut membutuhkan waktu lebih dari satu semester, hingga domain pabelan-online.com dalam jaringan dan diperkenalkan pada 14 Maret 2009, bertepatan dengan Temu Alumni dan rangkaian milad LPM Pabelan ke-32. Meskipun saat itu pabelan-online.com yang diperkenalkan masih dalam bentuk prototype dan lahir prematur, apresiasi dari alumni cukup baik karena mereka juga merasa lebih dekat dan bisa mengetahui kabar tentang almamater tanpa terhalang jarak dan waktu.

Domain Pabelan-online.com saat itu disepakati dan dipilih agar bisa mencirikan sebagai produk baru LPM Pabelan yang terpisah dengan produk lainnya yang sudah eksis. Penggunaan ‘online’ dalam domain juga dipilih untuk memperkuat brand sebagai media online.

Adapun, segmentasi pembaca pabelan-online.com adalah mahasiswa, sivitas akademika dan pembaca umum, dengan target utama pabelan-online.com adalah mahasiswa UMS yang berada di kampus UMS dan sekitar Solo. Sementara itu, tagline Portal Berita Kampus UMS dipilih sebagai visi Pabelan-online.com agar menjadi portal berita dan referensi utama yang mengangkat informasi terkait kampus UMS dan dunia mahasiswa.

Saat pertama kali diperkenalkan, portal berita kampus UMS tersebut menyediakan tujuh rubrik atau kategori utama yang mewadahi setiap konten berita dan artikel, yakni Berita, Profil, Karya, Galeri, Opini, Varia, Agenda. Ketujuh rubrik tersebut dinilai bisa mewakili kebutuhan informasi pembaca terkait informasi penting hingga hiburan.

Seiring berjalannya waktu, tampilan Pabelan-online.com terus diperbaiki dan dimutakhirkan dengan menambahkan fitur-fitur lainnya, termasuk dengan mengintegrasikannya kepada berbagai media sosial, seperti Facebook Page Pabelan Media Group dan akun Twitter @InfoPabelan. Melalui sinergi tersebut, portal Pabelan-online.com semakin mudah dikenal dan diterima oleh pembaca.

Di sisi lain, karena pabelan-online.com merupakan produk baru dan belum ‘terdaftar’ di rektorat, anggaran awal yang digunakan masih berasal dari dana produksi produk lainnya. Saat itu dibutuhkan sekitar Rp500.000 yang digunakan untuk membeli domain dan hosting, serta untuk membiayai kegiatan operasional lainnya.

Pada tahun pertama pengembangan pabelan-online.com, selain urusan teknis pembangunan website, kendala utama yang dihadapi adalah terbatasnya awak redaksi yang bisa berkontribusi terhadap konten pabelan-online.com. Karena hal tersebut, untuk beberapa saat pabelan-online.com tidak bisa menyajikan berita terhangat dengan cepat, dan seringkali terpaksa mengunggah artikel dan berita yang telah naik cetak di media cetak lainnya.

Selain itu, kapasitas SDM dalam memahami dan mengenali karakteristik media online juga belum terlalu mumpuni. Mayoritas reporter belum bisa beradaptasi terhadap produk baru ini, apalagi masalah klasik adalah kesibukan para anggota LPM Pabelan sebagai mahasiswa cukup menyendat pasokan berita online yang sejatinya diharapkan bisa real-time.

Oleh karena itu, pada tahun pertama, Pabelan-online.com belum bisa menjadi portal media online yang ideal, yang bisa menyajikan berita secara cepat, melainkan masih menjadi wadah pengalihmediaan dari berita media cetak (Koran Pabelan, Tabloid Pabelan Pos, dan Majalah Pabelan) yang kemudian didigitalisasi agar bisa menjangkau pembaca yang lebih banyak.

Pada kepengurusan selanjutnya yang dipegang Tomi Kurniawan, fase pembangunan portal sudah bisa dibilang tuntas, sehingga tahun kedua Pabelan-online.com sudah mulai fokus dalam hal teknis keredaksian. Tim redaksi online sudah mulai dibentuk, dan mulai rutin memasok berita khusus untuk portal berita online.

Setelah pola koordinasi dan pola kerja keredaksiaan di media online mulai terbentuk, akhirnya pada tahun ketiga Pabelan-online.com yang dinakhodai Ryantono Puji Santoso sudah bisa mulai merintis inovasi, dengan melakukan pengembangan-pengembangan baru yang membuat portal berita Kampus UMS semakin atraktif.

Saya melihat, perbaikan-perbaikan positif pada Pabelan-online.com demi menuju media online yang ideal masih terus berlanjut hingga saat ini, dengan semangat yang terus baru dan visi yang tetap sama: untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pembaca.

Bahkan, harapan terhadap semakin besar. Sebagai media online pers kampus yang syarat dengan idealisme, Pabelan-online.com memiliki tugas untuk bisa tetap menerapkan prinsip jurnalisme dalam menyajikan sebuah informasi kepada pembaca. Hal itu tentunya akan menjadi oase di tengah hiruk-pikuk pemberitaan media online abal-abal yang semakin meresahkan, serta menjadi tujuan utama sejak produk LPM Pabelan ini masih dalam kandungan.
Nenden Sekar Arum
Pemimpin Redaksi Pabelan-online.com 2008/2009
Pemimpin Umum LPM Pabelan 2009/2010

 

*Versi lain dari tulisan ini diterbitkan dalam buku kumpulan tulisan alumni dan anggota LPM Pabelan: Ada Kata di Setiap Masa Kita (Kisah di Setiap Masa untuk Berjaya dengan Karya)

Share This:

Published by

Leave a Reply