Dapat Kampus atau Beasiswa Dulu?

Salah satu Frequently Asked Question (FAQ) yang paling banyak saya dengar dari teman-teman yang penasaran tentang beasiswa dan kuliah ke luar negeri adalah: mending daftar/dapat kampusnya dulu, atau mending dapat beasiswanya dulu?

Banyak versi jawaban terkait pertanyaan tersebut, tetapi di sini saya akan sedikit berbagi terkait pengalaman yang saya alami sendiri selama ini, hingga bisa melanjutkan kuliah di University of Birmingham dengan Beasiswa Pendidikan Indonesia dari LPDP.

Berdasarkan hasil pengamatan, langkah yang paling ideal adalah mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) atau surat penerimaan dari kampus sebelum mendaftar ke LPDP, walaupun dulu LPDP tidak mensyaratkan pendaftar harus memiliki LoA untuk mendaftar beasiswa pemerintah ini, tetapi kepemilikan LoA cukup membantu melancarkan jalan menuju BPI.

Kenapa pertimbangan LoA dari kampus harus didapatkan terlebih dulu? Karena, untuk mendapatkan hal ini relatif mudah ketimbang mengejar beasiswa terlebih dahulu. Pasalnya, di banyak kampus khususnya Eropa, dan lebih khusus lagi United Kingdom (UK), mereka tidak banyak meminta persyaratan, di samping dokumen-dokumen pendukung, dan motivation letter.

img_1203Bahkan, banyak kampus tidak memungut biaya pendaftaran alias GRATIS, hal ini benar-benar kesempatan yang tidak boleh dilewatkan, dan kalau perlu tebar umpan sebanyak-banyaknya dan seluas-luasnya, alias daftarlah ke banyak kampus sekaligus, karena kita tidak akan rugi apa pun baik hasilnya diterima atau akhirnya ditolak.

Kampus-kampus di UK relatif mudah mengeluarkan LoA Conditional

Kampus-kampus di UK relatif mudah mengeluarkan LoA Conditional, selama si pendaftar bisa menunjukkan berkas-berkas yang mereka minta (ijazah, transkrip nilai, paspor), jurusan yang dituju relatif linear dengan background pendidikan, serta mengunggah dua surat referensi atau rekomendasi, dan motivation letter.

Mereka hanya melakukan penilaian melalui berkas-berkas yang diunggah secara online melalui portal penerimaan mahasiswa masing-masing kampus. Sehingga, seseorang bisa dengan mudah mendapatkan LoA tanpa harus ribet melakukan tes ini-itu seperti saat daftar S1, bahkan yang paling OK adalah beberapa kampus juga memperbolehkan hasil tes IELTS untuk disusulkan.

Namun, perlu diperhatikan juga, beberapa jurusan tertentu memiliki syarat tambahan, misalnya mayoritas jurusan/fakultas bisnis (MBA) akan meminta nilai atau hasil tes GMAT (Graduate Management Admission Test), atau untuk kampus di Amerika Serikat biasanya meminta hasil tes GRE (Graduate Record Examination), yakni semacam tes persamaan/standar lulusan sekolah di AS.

Setelah mendapatkan LoA Conditional yang biasanya akan diterbitkan sekitar 3 pekan-1 bulan, baru deh hal itu bisa digunakan untuk mendaftar beasiswa. Meskipun banyak yang bilang punya LoA Conditional/Unconditional tidak memengaruhi seseorang untuk diterima beasiswa LPDP, tetapi menurut saya, hal itu malah bisa memantapkan si pendaftar untuk terus melanjutkan proses pendaftaran di kampus yang sama, dan akan memudahkan setelah benar-benar lolos beasiswa LPDP.

Setelah dapat LoA Conditional, bagi yang belum memiliki hasil tes IELTS, sebaiknya segera mengambil tes dengan target nilai minimal 6.5. Sertifikat IELTS ini akan menjadi syarat yang harus diunggah untuk mendaftar beasiswa, dan untuk mengubah LoA Conditional menjadi Unconditional.

Meskipun lolos atau tidak lolosnya seseorang untuk mendapatkan beasiswa LPDP ini ditentukan oleh banyak faktor, tetapi dengan kelengkapan syarat yang sudah ada, yakni LoA dari kampus, serta sertifikat IELTS, setidaknya akan membuat si pendaftar menjadi lebih percaya diri, dan bisa saja menjadi pertimbangan reviewer untuk memilih jika ada kasus harus memilih di antara dua orang yang memiliki kemampuan yang sama, tetapi yang satu sudah dapat LoA dan satu belum.

Jadi, jangan ragu untuk mendaftar ke kampus impian kalian. Selama kalian yakin, pasti akan ada jalan. Selama pendaftaran kampus gratis, pasti tidak akan rugi.

Cheers! 😀

Share This:

Published by

3 Replies to “Dapat Kampus atau Beasiswa Dulu?

Leave a Reply