Jathilan: Kesenian Beraroma Mistis

Salah satu oleh-oleh yang tidak akan mudah saya lupakan dari acara #ngopikere akhir pekan lalu adalah suguhan jathilan di Gunung Kelir. Jathilan merupakan tarian tradisional di mana para pemainnya sebagian besar ‘kerasukan makhluk halus’. Sebelum pertunjukkan dimulai, para kru sudah menyiapkan berbagai macam sesajen seperti air dan kembang-kembangan, telur, ketan, menyan dan kawan-kawannya. Pertunjukkan jathilan diiringi dengan gamelan dari awal sampai akhir. Sedangkan atraksi ‘kerasukan’ baru dimulai sekitar pertengahan hingga selesai.

Tahu Takwa: Tahu Kuning Kenyal Siap Makan

Apakah persamaan antara Sumedang dan Kediri? Ya! Tahu. Makanan yang berbahan dasar kedelai itu bukan hanya terkenal dari Sumedang, melainkan menjadi masterpiece juga di Kota Kediri. Rasa-rasanya tidak ada orang yang tidak kenal dengan makanan yang satu ini. Makanan berbentuk kotak pipih dengan tekstur lembut ini merupakan salah satu favorit karena kemudahan dalam pengolahannya. Continue reading “Tahu Takwa: Tahu Kuning Kenyal Siap Makan” »

Sepotong senja untuk pacarku

image

Ku kirimkan padamu sepotong senja yang lembut dengan langit kemerah-merahan yang nyata dan betul-betul ada dalam keadaan yang sama seperti ketika aku mengambilnya saat matahari hampir tenggelam ke balik cakrawala. – Seno Gumira Ajidarma

Senja dari Jembatan Sayidan, Jogjakarta, Minggu (11/11/2012)

Sumpah

Pengambilan sumpah, seberapa sakralnya itu sekarang? Di tengah-tengah banyaknya sumpah yang dilanggar. Bukankah koruptor-koruptor yang berkeliaran itu, dulunya juga pernah diambil sumpahnya, atas nama Tuhannya, di depan puluhan pasang mata. Toh, akhirnya ‘kesucian’ sumpah yang mereka lapalkan di bawah kitab suci harus tercoreng dengan perilaku mereka, atau mereka lupa dengan kata per-kata yang tampak khusyuk mereka ucapkan?

Tampaknya hanya satu sumpah yang masih bisa dipercaya untuk saat ini. Sumpah Serapah. Itu tampaknya lebih suci dan tulus diucapkan orang-orang, tanpa paksaan dan tanpa perlu berpura-pura.

Sunggingan, Miri, Sragen 26062012

Masjid Al-Falah Sragen

Masjid Al-Falah Sragen

Masjid Al-Falah atau Masjid Agung Sragen yang berada di sebelah utara Stasiun Kereta Api Sragen menjadi tempat persinggahan terakhir dalam perjalanan di hari pertama pekan ini, Senin (25/6).

Sudah kali keempat saya hinggap di masjid yang luas itu, sayang kondisinya tidak terlalu bersih, berbeda dengan masjid-masjid agung di daerah lain yang pernah saya kunjungi. Mungkin karena renovasi tempat wudhu putri menjadi salah satu faktor yang membuat teras masjid penuh debu.

Setidaknya saya bisa melepas lelah dan sedikit mengobati kantuk dengan meluruskan kaki dan punggung di teras masjid :).

Wild Flower

Selamat sore,

Bagaimana jika hidupmu seperti bunga liar di semak-semak? Harus berjuang untuk hidup karena kadang tak diinginkan? Atau bahkan menjadi pemanis di antara lingkungan yang dipandang sebelah mata?

Hidup sebagai bunga liar atau pun bunga cantik yang dirawat dalam sebuah vas itu punya peran masing-masing. Jangan salahkan siapa pun ketika tak puas dengan kehidupan yang dijalani, karena di tempat lain ada pula yang sebenarnya ingin hidup bebas seperti bunga liar namun terkungkung bagai dalam penjara.

Jadi bunga liar dan semua risiko hidup, merupakan manifestasi untuk menikmati hidup yang benar-benar hidup. Merasa dikucilkan tapi juga menjadi harapan bagi yang lain.

Teras kamar, Minggu 240612